-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Konjen Australia Terpukau Wisata Kebumen, Peluang Baru bagi Pelaku Usaha Lokal

8/03/2026 | 11:30 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T07:21:12Z

KEBUMEN – Kabupaten Kebumen mulai mendapat perhatian lebih luas dari kalangan internasional. Kunjungan kerja perdana Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya, Glen Askew, ke Kabupaten Kebumen pada Senin, 3 Agustus 2026, menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, kuliner, dan produk usaha lokal kepada pasar Australia.

Kunjungan diplomat senior Australia tersebut tidak hanya menjadi agenda pertemuan antarpemerintah. Dari sisi pariwisata, kedatangan Glen Askew membuka peluang bagi Kebumen untuk memperkenalkan destinasi yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan mancanegara, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan salah satu pasar wisatawan asing yang potensial.

Glen Askew disambut Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Rumah Berdaya, Kompleks Pendopo Kabumian. Dalam agenda tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Kebumen Edi Rianto, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang cukup cair. Pemerintah Kabupaten Kebumen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sejumlah keunggulan daerah, mulai dari kekayaan alam, kawasan geopark, destinasi wisata, budaya hingga produk UMKM.

Bagi sektor pariwisata, pertemuan ini memiliki arti penting karena promosi destinasi kepada calon pasar internasional tidak cukup hanya dilakukan melalui media promosi. Kunjungan langsung pejabat diplomatik dan pengenalan terhadap potensi daerah dapat menjadi pintu masuk untuk membangun jejaring yang lebih luas.

Salah satu potensi yang diperkenalkan kepada Glen Askew adalah keberadaan Kawasan UNESCO Global Geopark Kebumen.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lilis Nuryani memaparkan potensi Kabupaten Kebumen melalui video profil daerah. Keberadaan geopark menjadi salah satu daya tarik utama karena menawarkan karakter wisata yang tidak hanya berkaitan dengan pemandangan alam, tetapi juga sejarah bumi, geologi, lingkungan, edukasi, dan kehidupan masyarakat.

Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang berbeda bagi wisatawan asing.

Kebumen memiliki bentang alam yang beragam. Kawasan pesisir selatan menawarkan pantai dengan karakter alam yang kuat, sedangkan wilayah Karangsambung memiliki kekayaan geologi yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi.

Glen Askew mengaku terkesan setelah melihat secara langsung potensi alam Kebumen. Ia bahkan mengungkapkan keterkejutannya karena sebelumnya belum mengetahui bahwa Kebumen memiliki kawasan geopark dan sejumlah destinasi alam yang menarik.

Menurutnya, perjalanan ke Kebumen menunjukkan bahwa daerah ini memiliki lingkungan alam yang masih sangat alami.

Pengakuan tersebut menjadi catatan penting bagi pelaku pariwisata Kebumen. Selama ini tantangan yang dihadapi bukan hanya soal mengembangkan destinasi, tetapi juga bagaimana membuat potensi tersebut dikenal oleh wisatawan dari luar negeri.

Ketertarikan Glen Askew terhadap potensi wisata Kebumen tidak berhenti pada pemaparan di ruang pertemuan.

Dalam rangkaian kunjungannya, ia juga memiliki rencana untuk melihat sejumlah destinasi wisata, di antaranya Pantai Menganti dan Benteng Van Der Wijck.

Kedua destinasi tersebut mewakili karakter wisata yang berbeda.

Pantai Menganti menawarkan lanskap pesisir selatan dengan panorama perbukitan dan laut. Sementara Benteng Van Der Wijck Gombong memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang dapat menjadi bagian dari wisata sejarah.

Keberagaman tersebut sebenarnya menjadi salah satu kekuatan Kebumen. Wisatawan dapat memperoleh beberapa pengalaman dalam satu wilayah, mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, kuliner hingga wisata berbasis edukasi.

Bagi pelaku usaha, keberagaman destinasi juga membuka peluang untuk membuat paket perjalanan yang lebih menarik.

Misalnya, wisata pantai dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke sentra UMKM, menikmati kuliner tradisional, mengunjungi kawasan geopark, kemudian dilanjutkan dengan wisata sejarah.

Konsep perjalanan seperti ini dapat membuat lama tinggal wisatawan menjadi lebih panjang. Semakin lama wisatawan berada di Kebumen, semakin besar pula peluang pengeluaran mereka masuk ke ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu bagian yang menarik dari kunjungan Glen Askew adalah ketika Pemerintah Kabupaten Kebumen memperkenalkan produk UMKM lokal.

Berbagai produk unggulan dipamerkan dalam pertemuan, mulai dari batik tulis, kerajinan tangan hingga makanan khas Kebumen seperti lanting dan emping.

Glen Askew pun berkesempatan mencicipi sejumlah kudapan tersebut. Responsnya cukup menarik. Setelah mencoba emping khas Kebumen, ia menyebut produk tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah ditemukannya di luar Indonesia.

Pengalaman sederhana tersebut sebenarnya memiliki arti besar bagi pelaku UMKM. Wisatawan tidak selalu mencari produk mahal ketika berkunjung ke suatu daerah. Produk lokal yang memiliki cerita, karakter dan keunikan justru dapat menjadi oleh-oleh yang berkesan.

Karena itu, pelaku UMKM Kebumen perlu melihat perkembangan pariwisata internasional sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas produk.

Kemasan, label, informasi produk, daya tahan, sertifikasi, kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah tertentu, hingga penggunaan bahasa asing menjadi beberapa aspek yang perlu dipersiapkan.

Jika kunjungan wisatawan Australia ke Kebumen meningkat, kebutuhan terhadap produk yang dapat dibawa pulang juga berpotensi meningkat.

Bagi pelaku kuliner, peluang tersebut dapat dikembangkan melalui paket makanan khas. Sementara bagi pengrajin, batik dan kerajinan lokal dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Dalam pertemuan tersebut, Glen Askew juga menyinggung eratnya hubungan antara Australia dan Indonesia. Tingginya mobilitas warga Australia ke Indonesia menunjukkan bahwa pasar tersebut memiliki potensi bagi pengembangan pariwisata.

Glen menyampaikan bahwa sekitar 1,7 juta kunjungan warga Australia ke Bali tercatat pada tahun sebelumnya. Data tersebut menggambarkan besarnya minat wisatawan Australia terhadap Indonesia.

Selama ini Bali memang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan Australia. Namun, peluang ke depan adalah memperkenalkan destinasi lain di Indonesia agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan.

Kebumen dapat mengambil posisi sebagai salah satu destinasi alternatif, khususnya bagi wisatawan yang tertarik pada alam, geologi, budaya, sejarah dan pengalaman lokal.

Destinasi harus memiliki pelayanan yang baik, akses yang mudah, informasi yang tersedia dalam bahasa yang dipahami wisatawan, akomodasi yang memadai, transportasi, keamanan serta pelaku usaha yang siap melayani wisatawan internasional.

Kunjungan Konjen Australia juga seharusnya menjadi momentum bagi biro perjalanan wisata lokal. Pelaku usaha perjalanan dapat mulai mempelajari karakter wisatawan Australia dan menyusun paket perjalanan yang sesuai.

Paket tidak harus selalu berupa perjalanan panjang. Wisata singkat dengan pengalaman lokal yang kuat juga dapat menjadi pilihan.

Misalnya, paket wisata dapat menggabungkan kunjungan pantai, geopark, kuliner, kerajinan dan wisata sejarah. Pengelola destinasi juga perlu meningkatkan informasi digital. Website, media sosial, peta lokasi, informasi harga tiket, jam operasional dan fasilitas destinasi sebaiknya tersedia dengan informasi yang mudah dipahami.

Foto dan video destinasi yang berkualitas juga penting karena menjadi pintu pertama wisatawan ketika mencari informasi perjalanan.

Kerja sama yang dibahas dalam kunjungan tersebut tidak hanya mengenai pariwisata. Glen Askew menyampaikan rencana untuk mengunjungi sejumlah universitas di Kebumen dan berdialog dengan mahasiswa. Pihak Konsulat Jenderal Australia juga memperkenalkan program Konjen Goes to School, yang menyasar sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA.

Program tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan masyarakat antara Indonesia dan Australia.

Bagi dunia pendidikan, interaksi langsung dengan perwakilan diplomatik dapat membuka wawasan pelajar mengenai Australia, peluang pendidikan, kebudayaan serta hubungan kedua negara.

Bagi sektor pariwisata, hubungan antarmasyarakat juga memiliki dampak jangka panjang. Wisatawan pada dasarnya tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman dan hubungan dengan masyarakat lokal.

Semakin banyak orang Australia yang mengenal Kebumen, semakin besar pula peluang munculnya rasa ingin tahu untuk berkunjung.

Bupati Lilis Nuryani menyambut baik kunjungan perdana Glen Askew ke Kebumen. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai bentuk kerja sama, termasuk dalam perdagangan dan sektor lainnya.

Bupati juga mengundang Glen Askew untuk kembali hadir dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan pada 21 Agustus 2026.

Undangan tersebut dapat menjadi kesempatan lanjutan untuk memperkenalkan Kebumen kepada jejaring Australia yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha lokal, kesinambungan komunikasi menjadi hal yang penting. Promosi pariwisata tidak akan memberikan hasil maksimal jika hanya berhenti pada satu agenda kunjungan.

Diperlukan tindak lanjut dalam bentuk kerja sama bisnis, promosi bersama, pertukaran informasi, kunjungan wisata, hingga keterlibatan biro perjalanan.

Kunjungan Konjen Australia ke Kebumen memberikan pesan bahwa potensi wisata daerah mulai memiliki ruang untuk diperkenalkan pada pasar yang lebih luas.

Namun, peluang tersebut juga membawa tantangan. Ketika pasar wisatawan mancanegara mulai dibidik, standar pelayanan harus ikut meningkat.

Pelaku usaha perlu memperhatikan kebersihan, keramahan, keamanan, harga yang transparan, kualitas produk, pembayaran digital, informasi berbahasa Inggris dan kemampuan memberikan pelayanan kepada wisatawan asing.

Pemerintah daerah dapat mengambil peran dengan memperkuat promosi, infrastruktur, akses transportasi, fasilitas umum serta pelatihan sumber daya manusia.

Sementara masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mempertahankan budaya lokal.

Bagi Kebumen, kedatangan Glen Askew bukan sekadar kunjungan diplomatik. Dari perspektif pariwisata, peristiwa ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Kebumen yang memiliki pantai, geopark, benteng bersejarah, kuliner khas dan produk UMKM kepada calon wisatawan dari Australia.

Jika ditindaklanjuti dengan strategi yang tepat, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi peluang ekonomi baru.

Wisatawan yang datang akan membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi, pemandu, oleh-oleh dan berbagai jasa lainnya. Rantai ekonomi tersebut pada akhirnya dapat memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.

Karena itu, momentum kunjungan Konjen Australia perlu dimanfaatkan sebagai dorongan untuk menyiapkan Kebumen menjadi destinasi yang bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga siap menerima wisatawan mancanegara dengan pelayanan yang semakin profesional.

Kebumen memiliki modal alam dan budaya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar mudah dikenal, mudah diakses, nyaman dinikmati, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update