KEBUMEN – Kabupaten Kebumen bersiap membuka pintu lebih lebar bagi wisatawan mancanegara melalui penyelenggaraan Kebumen Travel Mart (KTM) 2026. Kegiatan yang mengusung perpaduan promosi budaya, pariwisata, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Benteng Van Der Wijck, Gombong.
Kebumen Travel Mart 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada pasar wisata internasional. Selain menawarkan destinasi wisata, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha pariwisata di daerah dengan biro perjalanan wisata dari luar negeri.
Panitia menargetkan sedikitnya 150 buyer yang berasal dari biro perjalanan wisata mancanegara. Mereka akan dipertemukan dengan sekitar 50 seller atau penyedia jasa dan produk wisata. Dari jumlah seller tersebut, sebanyak 30 berasal dari Kabupaten Kebumen, sedangkan 20 lainnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Penyelenggara Kebumen Travel Mart 2026, Wahid Supriyadi, mengatakan penyelenggaraan KTM merupakan langkah awal untuk membawa nama Kebumen ke pasar pariwisata internasional.
Hal tersebut disampaikan Wahid dalam jumpa pers Kebumen Travel Mart yang berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Kamis (6/8/2026).
Wahid Supriyadi, yang merupakan mantan Duta Besar Republik Indonesia dan putra kelahiran Kebumen, menjelaskan bahwa penyelenggaraan KTM tidak terlepas dari semangat diaspora untuk ikut mendorong Kebumen menjadi destinasi wisata yang semakin dikenal, khususnya di kalangan wisatawan mancanegara.
Menurutnya, Kebumen memiliki sejumlah modal penting untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata internasional. Keunggulan tersebut tidak hanya berupa panorama alam, tetapi juga kekayaan budaya, sejarah, kuliner, produk UMKM, serta keunikan bentang alam yang dimiliki Kabupaten Kebumen.
“Penyelenggaraan KTM ini merupakan upaya diaspora untuk menjadikan Kebumen sebagai destinasi wisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara,” kata Wahid.
Mengusung Konsep Kebumen Green and Clean
Kebumen Travel Mart 2026 mengusung tagline “Kebumen Green and Clean”. Tagline tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun bahwa Kebumen tidak hanya memiliki objek wisata menarik, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan destinasi yang hijau, bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
Konsep tersebut menjadi penting karena persaingan destinasi wisata saat ini tidak hanya ditentukan oleh keindahan objek wisata. Kebersihan lingkungan, kenyamanan, keamanan, pelayanan, akses informasi, hingga kemudahan wisatawan selama melakukan perjalanan turut menentukan pengalaman wisata.
Wahid menyebut penyelenggaraan KTM 2026 merupakan kegiatan perdana. Karena itu, panitia belum menetapkan target khusus terkait jumlah wisatawan mancanegara yang harus berkunjung ke Kebumen setelah kegiatan tersebut.
Meski demikian, minat dari pasar luar negeri mulai terlihat. Sebanyak 20 buyer dari Malaysia telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti Kebumen Travel Mart 2026.
Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah hingga mencapai target 150 buyer dari biro perjalanan wisata luar negeri. Kehadiran para buyer akan menjadi kesempatan bagi pelaku pariwisata Kebumen untuk memperkenalkan paket perjalanan, destinasi, akomodasi, kuliner, hingga berbagai produk pendukung kegiatan wisata.
Pantai hingga Karangsambung Jadi Daya Tarik
Kebumen memiliki bentang wilayah yang cukup beragam untuk ditawarkan kepada wisatawan. Kawasan pesisir selatan dengan deretan pantainya menjadi salah satu kekuatan utama sektor pariwisata daerah.
Di sisi lain, kawasan Karangsambung menawarkan pengalaman wisata berbasis geologi dan edukasi. Kawasan tersebut menjadi bagian dari Kawasan UNESCO Global Geopark Kebumen, yang memiliki nilai penting dari sisi geologi sekaligus dapat dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan ekowisata.
Potensi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing yang mencari pengalaman berbeda. Wisata alam dapat dipadukan dengan kegiatan budaya, kuliner, kerajinan, serta interaksi dengan masyarakat lokal.
Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat objek wisata, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat dan membeli produk lokal.
Pola perjalanan semacam ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Pengeluaran wisatawan dapat mengalir kepada berbagai sektor, mulai dari transportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata, pelaku UMKM, pengrajin, hingga usaha ekonomi kreatif.
Digitalisasi Pariwisata Terus Didorong
Selain promosi ke pasar internasional, pengembangan sektor pariwisata Kebumen juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen Wahyu Siswanti, S.E., M.Si., mengatakan digitalisasi sektor pariwisata akan terus dikembangkan. Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan sistem e-ticketing di destinasi wisata.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan ketika membeli tiket. Sistem tersebut juga dapat membantu pemerintah memperoleh data kunjungan secara lebih akurat.
Data tersebut menjadi penting untuk mengetahui perkembangan jumlah wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan data yang lebih baik, pemerintah dan pengelola destinasi dapat menyusun kebijakan serta strategi pengembangan pariwisata berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
Penerapan sistem digital juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Informasi destinasi, tiket, jumlah kunjungan, hingga berbagai kebutuhan wisatawan dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Namun, penerapan digitalisasi membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perlu berkolaborasi dengan para pengelola destinasi agar sistem yang diterapkan dapat berjalan secara efektif.
Pelaku UMKM Berpeluang Mendapat Pasar Baru
Kehadiran buyer dari luar negeri juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM Kebumen untuk memperluas pasar.
Produk kuliner, kerajinan, oleh-oleh, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada wisatawan. Jika dikelola secara baik, wisatawan yang datang tidak hanya membelanjakan uang untuk tiket dan akomodasi, tetapi juga membeli produk masyarakat setempat.
Karena itu, Kebumen Travel Mart tidak semata-mata menjadi forum promosi destinasi. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk bagi produk lokal agar lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Pelaku UMKM memiliki peluang untuk membangun jejaring dengan agen perjalanan, pengelola hotel, restoran, maupun pelaku industri pariwisata lainnya. Kerja sama semacam itu dapat membuka kemungkinan munculnya paket wisata yang memasukkan produk lokal sebagai bagian dari perjalanan wisatawan.
Dampak ekonomi yang diharapkan pun tidak berhenti pada pelaku usaha pariwisata. Ketika aktivitas wisata meningkat, kebutuhan terhadap transportasi, makanan, jasa pemandu, penginapan, dan berbagai layanan pendukung juga berpotensi ikut tumbuh.
Pemerintah Sambut Positif Kebumen Travel Mart
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Drs. Frans Haidar, MPA, menyambut baik penyelenggaraan Kebumen Travel Mart 2026.
Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk memperluas promosi pariwisata Kebumen sekaligus membangun jejaring dengan pelaku industri wisata dari luar daerah maupun luar negeri.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kebumen Widiatmoko, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kondisi daerah yang aman dan stabil sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pariwisata.
Stabilitas daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan wisatawan. Wisatawan tentu membutuhkan rasa aman dan nyaman ketika mengunjungi sebuah destinasi.
Karena itu, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan objek wisata. Infrastruktur, kebersihan, keamanan, pelayanan, akses informasi, serta kesiapan masyarakat menjadi bagian yang saling berkaitan.
Menjadi Awal Promosi Kebumen ke Dunia
Kebumen Travel Mart 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Kebumen secara lebih luas kepada pasar internasional.
Penyelenggaraan di Benteng Van Der Wijck, Gombong, juga memiliki nilai tersendiri. Bangunan bersejarah tersebut dapat menjadi salah satu contoh bagaimana warisan sejarah dapat dipadukan dengan agenda promosi pariwisata.
Dengan target 150 buyer dan 50 seller, KTM 2026 diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi yang dimiliki daerah.
Keberhasilan kegiatan tersebut nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau transaksi yang terjadi selama acara. Yang tidak kalah penting adalah terbentuknya jejaring bisnis, lahirnya paket wisata baru, meningkatnya promosi destinasi Kebumen, serta munculnya peluang kunjungan wisatawan mancanegara secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Kebumen, berkembangnya sektor pariwisata dapat membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat di sekitar destinasi dapat mengambil peran sebagai pelaku usaha, penyedia jasa, pengrajin, pemandu wisata, pengelola homestay, maupun penyedia kuliner lokal.
Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan, pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Kebumen kepada dunia.
Kebumen Travel Mart 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda promosi selama tiga hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun ekosistem pariwisata Kebumen yang lebih terbuka, profesional, ramah wisatawan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan semangat “Kebumen Green and Clean”, promosi wisata diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan, melestarikan budaya, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dari Kebumen, potensi lokal diharapkan dapat semakin dikenal hingga pasar internasional.(KN/*)




