-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Hari Jadi ke-397 Kebumen, 397 Pelajar Hidupkan Tradisi Jawa dalam Tari Kolosal

8/21/2026 | 1:40 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-12T17:01:37Z

KEBUMEN — Kabupaten Kebumen memperingati Hari Jadi ke-397 pada Jumat (21/8/2026) dengan memadukan tradisi Jawa, apresiasi terhadap prestasi masyarakat, serta pertunjukan seni yang melibatkan ratusan pelajar. Peringatan yang dipusatkan di halaman Pendopo Kabumian tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan identitas budaya sekaligus melihat kembali perjalanan pembangunan daerah.

Nuansa budaya Jawa terlihat sejak awal kegiatan. Peserta mengenakan busana tradisional, sementara sambutan resmi disampaikan menggunakan bahasa Jawa. Sejumlah penjor atau janur kuning juga menghiasi kawasan Pendopo Kabumian sehingga suasana peringatan semakin kental dengan tradisi lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kebumen. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan panji-panji kecamatan serta jajaran foto bupati dan wakil bupati Kebumen dari masa ke masa menuju area utama upacara.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin upacara sekaligus menyampaikan sambutan menggunakan bahasa Jawa. Ia mengajak pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai elemen yang ada di Kebumen memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam menjalankan pembangunan.

“Peringatan Hari Jadi ke-397 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan kegotongroyongan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kebumen yang semakin berdaya, mandiri, dan berdaya saing demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Lilis.


Selain menjadi agenda peringatan hari jadi, kegiatan tersebut juga digunakan untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat, kelompok, dan aparatur yang mencatatkan prestasi di berbagai bidang.

Penghargaan diberikan kepada pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Kebumen, peraih prestasi dalam kompetisi pemadam kebakaran tingkat nasional, pemenang penilaian kawasan permukiman, hingga penerima penghargaan proposal riset dan inovasi daerah.

Apresiasi juga diberikan dalam bidang pembangunan daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah, pengelolaan arsip dan memori kolektif, arsiparis teladan tingkat organisasi perangkat daerah dan kecamatan, serta medik veteriner berprestasi tingkat provinsi.

Pemerintah daerah turut menyerahkan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sejumlah kelompok pekerja, termasuk pekerja rentan, pengabdi desa, dan garda terdepan pelayanan. Bantuan sosial bagi penyandang disabilitas juga diserahkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai kelompok dalam peringatan Hari Jadi menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, pelajar, tenaga pelayanan, budayawan, dan berbagai unsur lainnya.

Upacara dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejumlah bupati dari kabupaten tetangga, jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen, unsur legislatif tingkat provinsi dan kabupaten, sekretaris daerah, asisten dan staf ahli, kepala OPD, keluarga trah bupati pendiri Kebumen, pelajar, serta budayawan.

Setelah upacara selesai, kegiatan berlanjut dengan pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 397 pelajar Kebumen. Mereka membawakan perpaduan kesenian Cepetan, Lawet, dan Ebeg.


Jumlah penari sengaja disesuaikan dengan usia Kabupaten Kebumen. Para pelajar kemudian membentuk formasi angka 397 sebagai bagian dari pertunjukan. Penampilan tersebut ditutup dengan flashmob Swardhana Kabumian.

Pelibatan ratusan pelajar menjadi salah satu cara mengenalkan kesenian daerah kepada generasi muda. Kesenian tradisional seperti Cepetan, Lawet, dan Ebeg tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pewarisan budaya kepada generasi berikutnya.

Peringatan Hari Jadi ke-397 kemudian ditutup dengan kegiatan makan bersama. Tamu undangan, pejabat, para penari, orang tua penari, serta warga yang hadir berbaur menikmati hidangan yang disediakan panitia.

Sebanyak 3.000 porsi nasi tempelang disiapkan untuk kegiatan tersebut. Kuliner khas Kebumen itu terdiri dari nasi yang disajikan bersama oseng tempe, mi, dan telur dadar.

Tradisi makan bersama menjadi bagian yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat karena mempertemukan berbagai kelompok dalam suasana yang lebih informal. Momentum tersebut sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat yang hadir.

Peringatan Hari Jadi ke-397 Kebumen akhirnya tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara. Perpaduan tradisi Jawa, penghargaan atas prestasi, keterlibatan pelajar, pertunjukan kesenian, serta makan bersama menunjukkan bagaimana peringatan hari jadi dapat menjadi ruang untuk merawat identitas daerah sekaligus melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Bagi Kebumen, tantangan setelah peringatan tersebut adalah menjaga agar semangat persatuan, pelestarian budaya, dukungan terhadap masyarakat berprestasi, dan penguatan ekonomi lokal tidak berhenti pada momentum hari jadi, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan dan pembangunan daerah.
×
Berita Terbaru Update