-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Gelombang Tinggi Melanda Pesisir Kebumen: Puluhan Warung dan Kios Terdampak, Warga Diminta Tetap Waspada

8/11/2026 | 4:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T18:36:50Z
KEBUMEN – Gelombang tinggi menerjang sejumlah kawasan pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026) pagi.

Dua lokasi yang dilaporkan terdampak yakni Pantai Setrojenar di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, serta Pantai Suwuk di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring.

Gelombang laut yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 4 meter tersebut terjadi sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Kondisi laut disertai angin kencang membuat air laut terdorong hingga mendekati bibir pantai dan masuk ke sejumlah warung maupun kios milik warga.

Berdasarkan laporan PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Kebumen, informasi mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 13.00 WIB dari masyarakat. Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Kebumen melakukan pemantauan sekaligus koordinasi dengan unsur terkait untuk mengetahui kondisi di lapangan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kendati demikian, gelombang tinggi menyebabkan kerusakan dan dampak terhadap sejumlah bangunan usaha masyarakat yang berada di kawasan pantai.

Sekitar 10 Warung di Setrojenar Rusak
Di kawasan Pantai Setrojenar, Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, gelombang laut menerjang area yang terdapat warung-warung semipermanen milik masyarakat.

Sekitar 10 warung dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan gelombang. Air laut yang mencapai area daratan membuat bangunan dan lingkungan sekitar pantai terdampak.

Sementara di kawasan Pantai Suwuk, Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, dampaknya lebih luas. Sekitar 60 kios atau warung dilaporkan terdampak gelombang tinggi.

Pantai Suwuk merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi tujuan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut banyak bergantung pada keberadaan warung dan kios yang menyediakan berbagai kebutuhan bagi pengunjung.

Masuknya air laut ke area usaha membuat masyarakat harus melakukan pembersihan setelah kondisi gelombang mulai mereda.

Meski terjadi kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas usaha, laporan sementara menyebutkan tidak terdapat warga yang meninggal dunia, mengalami luka-luka, maupun hilang. Tidak ada pula warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Kondisi laut mulai membaik sekitar pukul 10.00 WIB. Gelombang yang sebelumnya cukup tinggi berangsur landai sehingga masyarakat mulai melakukan pembersihan terhadap material maupun dampak yang ditinggalkan oleh terjangan air laut.

Petugas BPBD Kabupaten Kebumen tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi pesisir benar-benar aman. Masyarakat juga diminta tidak langsung menganggap kondisi telah sepenuhnya normal hanya karena gelombang sudah menurun.
Pasalnya, kondisi laut dapat berubah dalam waktu relatif singkat, terutama ketika terdapat peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan selatan Jawa.
BPBD melalui Tim Reaksi Cepat dan PUSDALOPS PB melakukan asesmen awal untuk mendapatkan gambaran mengenai dampak kejadian. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, Basarnas, serta unsur terkait lainnya.
Tidak Ada Korban Jiwa.

Data sementara BPBD Kabupaten Kebumen menunjukkan tidak terdapat korban jiwa akibat gelombang tinggi yang menerjang dua lokasi tersebut.

Rinciannya, korban meninggal dunia nihil, korban luka-luka nihil, warga hilang nihil, serta tidak terdapat warga yang mengungsi. Dampak utama berupa kerusakan dan terdampaknya warung serta kios masyarakat di kawasan pesisir.
Kondisi ini menjadi perhatian karena bangunan usaha di kawasan pantai umumnya berada cukup dekat dengan garis pantai sehingga relatif rentan terhadap gelombang tinggi.

Selain kerusakan pada warung dan kios, kawasan wisata Pantai Suwuk juga tercatat sebagai fasilitas yang terdampak kejadian.

BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di sekitar pantai.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang tinggal maupun menjalankan usaha di dekat garis pantai. Ketika gelombang meningkat, masyarakat disarankan menjauh dari area yang berisiko terkena sapuan air laut.

Nelayan juga diminta mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut. Aktivitas wisata di kawasan pantai pun perlu disesuaikan dengan kondisi terkini.

Informasi mengenai cuaca dan kondisi maritim sebaiknya diperoleh dari sumber resmi agar masyarakat tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar melalui media sosial.

Kewaspadaan terhadap kondisi laut selatan Jawa menjadi semakin penting karena BMKG masih mengeluarkan informasi mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Dalam informasi peringatan gelombang tinggi BMKG, kondisi gelombang kategori tinggi berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter, sedangkan kategori sangat tinggi mencapai 4 hingga 6 meter. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi angin dapat berpengaruh terhadap peningkatan tinggi gelombang.

BMKG juga memperbarui informasi prakiraan cuaca dan kondisi atmosfer secara berkala. Masyarakat di wilayah pesisir selatan Jawa diharapkan menjadikan informasi resmi tersebut sebagai salah satu acuan dalam menentukan aktivitas di sekitar laut.
Khusus bagi masyarakat Kebumen yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir selatan, kewaspadaan menjadi penting mengingat wilayah kabupaten ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Setelah gelombang mulai landai, warga di lokasi terdampak mulai melakukan pembersihan. Material yang terbawa air laut dibersihkan dari sekitar warung dan kios agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Petugas BPBD terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan. Apabila terjadi peningkatan kembali terhadap tinggi gelombang, masyarakat di kawasan pantai diminta segera menjauh dari garis pantai dan mengikuti arahan petugas.

Kondisi terakhir yang dilaporkan pada Selasa siang menunjukkan situasi relatif aman. Gelombang telah kembali lebih normal, namun pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi laut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen melalui Bakohumas BPBD, Heri Purwoto, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya gelombang tinggi meskipun kondisi laut telah kembali landai.

Menurutnya, masyarakat pesisir perlu memperhatikan informasi resmi terkait kondisi cuaca dan gelombang. Terlebih, aktivitas masyarakat di kawasan pantai cukup tinggi dan sebagian warga menggantungkan mata pencaharian dari sektor wisata maupun usaha di sekitar pesisir.

“Masyarakat, nelayan dan wisatawan agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati area pantai apabila kondisi gelombang kembali tinggi. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan arahan petugas di lapangan,” ujar Heri Purwoto.

Ia mengatakan, BPBD Kabupaten Kebumen bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi pesisir. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan gelombang maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Heri juga mengimbau para pemilik warung dan kios yang berada dekat dengan garis pantai agar memperhatikan keselamatan diri dan asetnya. Jika kondisi laut kembali menunjukkan peningkatan, keselamatan harus menjadi prioritas dibandingkan mempertahankan aktivitas usaha.(KN/*)
Waspada Gelombang Tinggi hingga Beberapa Hari ke Depan
Masyarakat Kebumen juga perlu memperhatikan perkembangan peringatan gelombang tinggi pada periode 11–15 Agustus 2026. Kondisi gelombang laut di wilayah selatan Jawa dapat berubah mengikuti dinamika angin dan kondisi atmosfer.
Karena itu, warga tidak disarankan menjadikan kondisi laut pada satu waktu sebagai patokan untuk aktivitas pada waktu berikutnya. Gelombang yang telah landai pada pagi atau siang hari dapat kembali meningkat apabila kondisi angin berubah.
BPBD Kabupaten Kebumen meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat di wilayah pesisir. Informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemantauan dan respons cepat terhadap kejadian bencana.
Kejadian gelombang tinggi di Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir selatan Kebumen memiliki potensi bahaya hidrometeorologi yang perlu diantisipasi bersama.
Dengan tidak adanya korban jiwa dalam kejadian kali ini, langkah selanjutnya adalah memastikan masyarakat tetap waspada dan kerusakan yang terjadi dapat ditangani secara bertahap.
Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, aparat keamanan, pengelola wisata, pelaku usaha, nelayan, serta masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga keselamatan di kawasan pesisir.
Untuk sementara, kondisi di Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk dilaporkan aman dengan gelombang yang telah kembali landai. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan BPBD Kabupaten Kebumen untuk mengantisipasi perkembangan kondisi laut berikutnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetapi juga tidak meremehkan potensi bahaya. Mengikuti informasi resmi, menjauhi area berbahaya ketika gelombang meningkat, serta memprioritaskan keselamatan merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko korban apabila kondisi serupa kembali terjadi.
×
Berita Terbaru Update