KEBUMEN - Seorang anak berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bedegolan yang berada di wilayah RT 01 RW 01, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, Jumat (24/7/2026) sore. Peristiwa memilukan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai, terutama pada lokasi yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Korban diketahui bernama Muhammad Faizin Aqna (14), pelajar yang lahir di Palembang pada 30 Agustus 2011. Korban merupakan warga Dukuh Krajan, RT 01 RW 01, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban bersama seorang kerabat perempuan bernama Jalfa dan adiknya, Altap, pergi ke Sungai Bedegolan untuk bermain air. Suasana sore yang tampak tenang membuat ketiganya bermain di sekitar tepian sungai.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban saat itu berjalan di pinggir sungai. Tanpa diduga, sandal yang dikenakannya terlepas dan jatuh ke dalam aliran sungai. Diduga karena ingin mengambil sandal tersebut, korban kemudian melompat ke sungai. Namun nahas, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga langsung tenggelam di bagian sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.
Beberapa saat setelah korban masuk ke dalam air, Jalfa mendengar korban berteriak meminta pertolongan. Karena panik dan tidak mampu memberikan bantuan, ia segera berlari pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada kakek korban, Syarifudin.
Mendapat kabar cucunya tenggelam, Syarifudin bersama warga sekitar langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara manual. Sejumlah warga, di antaranya Triono dan Kusmono, turut membantu menyisir area sungai untuk menemukan korban.
Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 18.35 WIB. Saat ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Prembun untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski tim medis telah berupaya memberikan pertolongan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut mengundang duka mendalam bagi keluarga maupun warga Desa Pejengkolan. Sejumlah warga yang berada di lokasi tampak membantu proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban yang terpukul atas musibah tersebut.
Kapolres Kebumen melalui Kapolsek Padureso membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, peristiwa itu diduga merupakan kecelakaan murni tanpa adanya unsur tindak pidana.
Kapolsek Padureso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya saat berada di sekitar sungai, embung, maupun perairan lainnya yang memiliki risiko tinggi.
"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Orang tua diharapkan memberikan pengawasan lebih terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti sungai. Jangan biarkan anak bermain tanpa pendampingan, apalagi jika belum memiliki kemampuan berenang," ujar Kapolsek Padureso mewakili Kapolres Kebumen.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sungai apabila kondisi arus sedang deras atau lokasi memiliki kedalaman yang sulit diperkirakan. Anak-anak diharapkan diberikan pemahaman mengenai bahaya bermain di perairan terbuka serta pentingnya mengutamakan keselamatan dibandingkan mengambil risiko untuk mengambil barang yang terjatuh ke dalam sungai.
Musibah yang menimpa Muhammad Faizin Aqna menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat terjadi dalam hitungan detik. Keinginan mengambil sandal yang hanyut berujung pada kehilangan nyawa seorang pelajar yang masih memiliki masa depan panjang.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pengawasan orang tua, serta kepedulian terhadap keselamatan anak-anak, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas, terutama ketika berada di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti sungai.(KN/*)




