-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Diresmikan, Jembatan Daslim Sidoagung Rampung, Warga Tak Perlu Memutar Lagi

7/31/2026 | 2:30 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-06T17:27:11Z

KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur sebagai upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu proyek yang telah selesai dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026 adalah Jembatan Daslim atau Jembatan Sidoagung yang berada di ruas Jalan Tanggeran–Plarangan.

Jembatan yang menjadi penghubung Kecamatan Sruweng dan Kecamatan Karanganyar tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan setelah proses pembangunan rampung 100 persen. Peresmian sekaligus peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen pada Jumat, 31 Juli 2026.

Selain memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang masih membutuhkan penanganan.

Rangkaian monitoring diawali dari ruas Jalan Klirong–Petanahan yang memiliki panjang sekitar 5,37 kilometer. Jalan ini merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan pusat Kecamatan Klirong menuju Kecamatan Petanahan.

Pada tahun ini, pemerintah melaksanakan pemeliharaan berkala menggunakan lapisan aspal AC-WC sepanjang 1.751 meter dengan lebar lima meter. Proyek tersebut dikerjakan melalui anggaran sebesar Rp1,4 miliar dan telah selesai sepenuhnya.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke ruas Jalan Dorowati–Podourip yang menghubungkan wilayah Kecamatan Klirong dan Kecamatan Petanahan. Pada ruas sepanjang sekitar 5,1 kilometer tersebut, pemerintah melakukan pemeliharaan berkala dengan konstruksi beton sepanjang 632 meter dan lebar lima meter.

Pekerjaan yang menelan anggaran sekitar Rp1,7 miliar itu juga telah mencapai progres 100 persen sehingga masyarakat sudah dapat menikmati kondisi jalan yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga tidak hanya menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang telah dilakukan, tetapi juga mengutarakan harapan agar perbaikan dapat dilanjutkan pada ruas jalan lain yang masih mengalami kerusakan.

Salah seorang warga, Suyitno, mengaku bersyukur karena kondisi jalan yang telah dicor beton membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman. Namun, ia berharap pemerintah juga segera memperbaiki bagian jalan di sisi timur menuju Pasar Dorowati yang dinilai masih mengalami kerusakan cukup berat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kebumen menyampaikan bahwa pemerintah telah merencanakan penanganan lanjutan pada ruas Jalan Dorowati–Podourip, khususnya menuju kawasan Pasar Rendeng, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.

Rencana tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Peninjauan terakhir dilakukan di Jembatan Daslim atau Jembatan Sidoagung yang berada di ruas Jalan Tanggeran–Plarangan. Jembatan ini memiliki peran strategis karena menjadi akses utama penghubung Kecamatan Sruweng dan Kecamatan Karanganyar.

Sebelumnya, kondisi jembatan yang mengalami kerusakan mengharuskan masyarakat mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas warga, mulai dari perjalanan menuju sekolah, bekerja, hingga distribusi hasil pertanian.

Melalui pembangunan dengan nilai kontrak sekitar Rp1,79 miliar pada Tahun Anggaran 2026, jembatan tersebut kini telah selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Kehadiran Bupati Lilis di lokasi disambut antusias oleh warga. Anak-anak sekolah, orang tua, hingga pengguna jalan tampak berkumpul untuk menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang selama ini mereka nantikan.

Salah seorang warga, Liza, mengatakan bahwa keberadaan jembatan baru memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, sebelum jembatan diperbaiki, warga harus memutar melalui jalur lain yang membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menambah biaya transportasi bagi sebagian masyarakat.

Kini, setelah pembangunan selesai, akses kembali normal sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Ibu Bupati yang sudah memperbaiki Jembatan Daslim. Sekarang jembatan menjadi lebih bagus dan lebih kokoh. Kami tidak perlu memutar jalan lagi seperti saat jembatan rusak," ujar Liza.

Suasana hangat juga terlihat ketika Bupati Lilis berinteraksi langsung dengan masyarakat. Saat menanyakan apakah warga merasa senang dengan selesainya pembangunan jembatan, pertanyaan tersebut dijawab serempak oleh masyarakat dengan penuh semangat.

Meski pembangunan jembatan telah selesai, masyarakat berharap pemerintah juga segera memperbaiki ruas Jalan Tanggeran–Plarangan yang berada di atas dan sekitar jembatan karena masih terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Lilis memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan program lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa proses pemeliharaan berkala jalan tersebut saat ini masih berada pada tahapan tender sehingga masyarakat diminta bersabar hingga pekerjaan dapat dimulai.

Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menyiapkan pagu anggaran sekitar Rp4,5 miliar melalui APBD Perubahan Tahun 2026 untuk penanganan tahap awal ruas Jalan Tanggeran–Plarangan.

Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 120 hari kalender dengan total penanganan sepanjang 1.995 meter. Dari panjang tersebut, sekitar 1.258 meter akan dikerjakan menggunakan pengaspalan, sedangkan 737 meter lainnya menggunakan konstruksi beton. Seluruh pekerjaan dirancang dengan lebar jalan sekitar 4,5 meter.

Pemerintah juga memastikan bahwa penanganan jalan tidak berhenti pada tahap pertama.

Sisa ruas Jalan Tanggeran–Plarangan yang belum tertangani akan diusulkan kembali melalui APBD Murni Tahun 2027 sehingga secara bertahap seluruh jalur dapat memiliki kondisi yang lebih mantap dan nyaman dilalui masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat ruas jalan tersebut menjadi jalur penghubung antarkecamatan yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi, baik untuk kepentingan pendidikan, perdagangan, maupun distribusi hasil pertanian.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Daslim dan rencana lanjutan perbaikan Jalan Tanggeran–Plarangan, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap konektivitas wilayah semakin baik serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat berharap seluruh rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan di sekitar jembatan, tetapi juga sepanjang ruas jalan yang menjadi akses utama warga setiap hari.

Kolaborasi antara pemerintah yang terus meningkatkan infrastruktur dan masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran. Infrastruktur yang baik tidak hanya mempersingkat waktu perjalanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kebumen.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update