KEBUMEN - Menjelang peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen menggelar aksi donor darah massal pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan kemanusiaan ini digelar sebagai upaya menjawab meningkatnya kebutuhan darah di Kabupaten Kebumen yang terus naik dari waktu ke waktu. Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya donor darah sebagai bentuk solidaritas sosial.
Plt. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kebumen, dr. Sri Fatmawati, M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan donor darah massal ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak hanya aktif mendonorkan darah pada saat ada peringatan tertentu, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan yang berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan darah di Kebumen semakin hari semakin besar, sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan stok, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
“Kebutuhan darah di Kabupaten Kebumen semakin hari semakin meningkat. Hal ini memerlukan partisipasi dan kesukarelaan dari masyarakat untuk mencukupi kebutuhan stok, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit,” ujar dr. Sri Fatmawati saat memantau langsung jalannya kegiatan.
Hingga pukul 13.00 WIB, PMI Kebumen mencatat sudah terkumpul 165 kantong darah dari target total 300 kantong. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam mendukung kegiatan donor darah massal. Pihak PMI optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui, jika partisipasi warga terus meningkat hingga kegiatan berakhir.
Meski begitu, dr. Sri menegaskan bahwa donor darah tidak boleh dipahami sebagai kegiatan seremonial yang hanya ramai saat momen tertentu. Ia menilai aksi kemanusiaan ini harus terus dibangun menjadi budaya bersama, sehingga kebutuhan darah di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat terpenuhi dengan lebih stabil. Dalam pandangannya, stok darah yang aman akan sangat membantu pasien dalam kondisi gawat darurat, ibu melahirkan, penderita thalassemia, pasien operasi, hingga mereka yang mengalami kecelakaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pendonor darah di Kabupaten Kebumen masih belum ideal jika dibandingkan dengan daerah tetangga. Kondisi ini sempat menyebabkan Kebumen beberapa kali mengalami kekurangan stok darah, bahkan sampai harus meminta bantuan pasokan dari luar daerah, seperti Kabupaten Banyumas. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa PMI terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih berani dan rutin mendonorkan darah.
“Kami sangat berharap masyarakat Kabupaten Kebumen, khususnya generasi muda, untuk tidak takut dengan jarum suntik. Mari kita niatkan donor darah ini sebagai ibadah untuk membantu sesama yang sedang kekurangan darah,” katanya.
Di sisi lain, PMI Kabupaten Kebumen memastikan bahwa meskipun tantangan pemenuhan stok darah masih cukup besar, kualitas dan keamanan darah yang dikelola tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, UTD PMI Kabupaten Kebumen telah berhasil meraih Akreditasi Paripurna. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa layanan transfusi darah di Kebumen telah memenuhi standar yang sangat baik dalam pengelolaan, pengujian, dan distribusi darah.
Untuk menjaga mutu produk darah, PMI Kebumen juga secara rutin melakukan Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Melalui mekanisme ini, sampel darah dikirim ke PMI Surakarta dan PMI Pusat guna diuji lebih lanjut, sehingga seluruh produk darah yang dihasilkan benar-benar memenuhi syarat kualitas tertinggi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PMI dalam memberikan layanan aman bagi para pasien yang membutuhkan transfusi.
Ke depan, PMI Kabupaten Kebumen juga menargetkan peningkatan kelembagaan menuju standarisasi CPOB atau Cara Pembuatan Obat yang Baik. Target tersebut menunjukkan keseriusan PMI untuk terus memperkuat sistem pelayanan darah agar semakin profesional, modern, dan terpercaya. Peningkatan kelas kelembagaan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas PMI Kebumen dalam melayani masyarakat secara optimal.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor, PMI Kabupaten Kebumen turut menyiapkan kejutan khusus bagi warga yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah massal tersebut. Selain memperoleh menu standar untuk pendonor, masyarakat yang datang dan menyumbangkan darahnya juga berkesempatan membawa pulang berbagai door prize menarik. Hadiah yang disediakan panitia antara lain payung, tumbler, mug cantik, hingga minyak goreng.
Hadiah-hadiah tersebut bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan juga diharapkan mampu menambah semangat masyarakat untuk ikut mendonorkan darah. PMI Kebumen ingin menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan, terutama bagi para pendonor pemula yang mungkin masih merasa ragu atau takut untuk pertama kalinya. Dengan pendekatan yang lebih akrab dan apresiatif, PMI berharap masyarakat akan semakin percaya diri untuk ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.
Kegiatan donor darah massal yang digelar menjelang Hari Donor Darah Sedunia ini menjadi pengingat bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Di tengah meningkatnya kebutuhan darah, peran masyarakat menjadi sangat penting untuk menjaga stok tetap aman dan tersedia kapan saja diperlukan. PMI Kebumen pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian bersama, bukan hanya saat ada peringatan, tetapi sebagai kebiasaan mulia yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.(KN/*)




