KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kebumen periode 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Kabumian, Jumat, 12 Juni 2026, dan menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru lembaga zakat tersebut untuk lima tahun ke depan.
Berdasarkan hasil seleksi, posisi ketua Baznas Kebumen dipercayakan kepada Drs. Mahmud Fauzi, M.Si., sosok yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kebumen pada 2018. Ia didampingi empat wakil ketua yang akan menangani bidang-bidang strategis, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, perencanaan keuangan, hingga administrasi dan sumber daya manusia. Formasi baru ini memadukan unsur wajah baru dengan pimpinan lama yang masih dipercaya melanjutkan tugas pengabdian.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menegaskan bahwa Baznas memiliki peran vital dalam mendukung program sosial pemerintah daerah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas selama ini telah berjalan baik, bahkan dilakukan secara rutin hingga dua kali dalam sebulan untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pelantikan ini adalah amanah mulia yang harus dijalankan dengan ikhlas, jujur, dan penuh tanggung jawab. Kunci sukses lembaga ini adalah kebersamaan. Saya berharap Baznas terus berkolaborasi merangkul semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kemenag, ulama, dunia usaha, hingga masyarakat luas,” ujar Lilis.
Ia menambahkan, keberadaan Baznas tidak hanya menjadi pelengkap program pemerintah, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menjangkau kebutuhan warga yang belum seluruhnya dapat diakomodasi melalui APBD. Karena itu, ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjaga semangat kolaborasi dan memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat Kebumen.
Dukungan terhadap kepemimpinan baru Baznas Kebumen juga datang dari Wakil Ketua II Baznas Jawa Tengah, Drs. H.M. Zain Yusuf, M.M. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi capaian pertumbuhan Baznas Kebumen yang dinilai sangat menonjol. Menurutnya, pertumbuhan pengumpulan zakat di Kebumen mencapai 40 persen per tahun, angka yang berada di atas rata-rata nasional.
Saat ini, realisasi pengumpulan zakat di Kebumen telah mencapai Rp14,1 miliar. Zain Yusuf menyebut Baznas sebagai “tangan kiri” kepala daerah, sementara APBD diibaratkan sebagai “tangan kanan”. Dengan peran tersebut, Baznas dinilai sangat penting untuk meng-cover kebutuhan darurat masyarakat yang belum terjangkau anggaran pemerintah, seperti bantuan saat bencana alam maupun dukungan produktif untuk warga.
“Potensi zakat di Kebumen dari unsur ASN saja sebenarnya mencapai Rp20 miliar, dan saat ini sudah terealisasi Rp14,1 miliar. Jika ini dioptimalkan, ditambah instansi vertikal (TNI, Polri, Kemenag, Pengadilan) serta sektor swasta dan BUMD, angkanya akan jauh lebih besar. Kami berharap pimpinan yang baru bisa melebihi capaian kabupaten tetangga,” jelas Zain Yusuf.
Ia juga menyampaikan bahwa para pimpinan Baznas yang baru nantinya akan mengikuti pembekalan intensif bersama sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah. Pembekalan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teknis, manajerial, dan kelembagaan agar para pimpinan baru mampu bekerja lebih efektif sejak awal masa jabatan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kebumen terpilih, Mahmud Fauzi, menyampaikan kesiapannya untuk langsung bekerja dan menjalin koordinasi dengan pengurus periode sebelumnya. Menurutnya, kesinambungan program sangat penting agar prestasi yang sudah dicapai tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan.
Berbekal pengalaman panjang di birokrasi, mulai dari Bapenda, Inspektur Daerah, hingga Penjabat Sekda Kebumen, Mahmud Fauzi optimistis dapat mengelola Baznas dengan baik dan akuntabel. Ia menilai pengalaman tersebut akan menjadi modal berharga dalam mengatur lembaga zakat yang membutuhkan tata kelola yang profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat.
Acara pelantikan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kebumen, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, perwakilan Kementerian Agama Kebumen, pimpinan OPD, organisasi keagamaan, serta pengurus Baznas Kebumen periode sebelumnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Baznas dipandang sebagai lembaga penting yang memiliki keterkaitan erat dengan kerja-kerja sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.
Struktur kepengurusan Baznas Kebumen periode 2026-2031 terdiri atas Mahmud Fauzi sebagai Ketua, Irfangi, S.Ag., M.Si. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Ir. Sri Hari Susanti, M.M. sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sairun, S.Pd., M.Pd. sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, serta Drs. H. Hartono, M.Pd. sebagai Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan Sumber Daya Manusia.
Dengan formasi baru tersebut, Baznas Kebumen diharapkan semakin mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen sosial yang efektif untuk membantu masyarakat kurang mampu. Di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan dan tantangan sosial ekonomi, sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kebumen yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan sosial.(KN/*)



