-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

TMMD di Mangunranan Selesai, 600 Meter Jalan Desa Dibeton dengan Anggaran Rp319 Juta

8/13/2026 | 11:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T14:48:01Z

KEBUMEN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, resmi berakhir setelah seluruh sasaran pembangunan dinyatakan selesai.

Penutupan program berlangsung di Lapangan Desa Mangunranan, Kamis, 13 Agustus 2026. Program yang dimulai pada 15 Juli 2026 tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga sejumlah kegiatan penyuluhan untuk masyarakat.

Salah satu hasil utama yang kini dapat dilihat langsung di Desa Mangunranan adalah betonisasi jalan desa sepanjang 600 meter. Jalan tersebut memiliki lebar 3 meter dengan ketebalan beton 15 sentimeter dan telah mencapai realisasi 100 persen.

Anggaran Rp319 Juta

Pembangunan melalui TMMD Sengkuyung Tahap III di Mangunranan didukung anggaran sebesar Rp319 juta.

Anggaran tersebut berasal dari tiga sumber, yakni APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp170 juta, APBD Kabupaten Kebumen Rp50 juta, dan APBDes Mangunranan Rp99 juta.

Dengan anggaran tersebut, program diarahkan untuk menyelesaikan sasaran fisik sekaligus kegiatan nonfisik yang telah ditetapkan.

Dari sisi pengerahan personel, kegiatan melibatkan 20 personel Satgas TMMD, 10 unsur Pemerintah Daerah, serta 30 warga setempat. Keterlibatan warga menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan di desa selama program berlangsung.

Bupati dan Dandim Hadir dalam Penutupan

Penutupan TMMD dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono.

Turut hadir jajaran TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, Persit KCK Cabang XXIX Kebumen, Forkopincam Mirit, para kepala desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam kegiatan tersebut, hasil pembangunan jalan diserahkan sebagai bagian dari penutupan program TMMD.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD yang menurutnya memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan TMMD di Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, yang memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan perekonomian warga,” kata Lilis Nuryani.

Pernyataan tersebut menempatkan jalan desa sebagai salah satu hasil yang berkaitan langsung dengan aktivitas warga, terutama mobilitas dan kegiatan ekonomi.

Jalan 600 Meter Jadi Hasil Utama

Betonisasi sepanjang 600 meter menjadi sasaran fisik utama yang berhasil diselesaikan dalam program ini.

Konstruksi jalan memiliki lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter. Seluruh pekerjaan dilaporkan telah mencapai 100 persen saat TMMD ditutup.

Data mengenai kondisi jalan sebelum pembangunan tidak dijelaskan secara rinci dalam keterangan resmi yang tersedia. Karena itu, kondisi awal jalan sebaiknya tidak disebut sebagai “rusak parah”, “berlumpur”, atau istilah lain yang tidak didukung hasil pengamatan langsung reporter.

Bagi warga, hasil pembangunan tersebut kini menjadi bagian dari infrastruktur desa yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga hasil pembangunan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Ada Empat Kegiatan Nonfisik

Selain betonisasi jalan, TMMD juga menyelesaikan kegiatan nonfisik yang melibatkan masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba, pemasaran online, serta pemberdayaan pengolahan limbah. Seluruh sasaran nonfisik tersebut juga dinyatakan selesai sesuai rencana.

Dengan demikian, program selama hampir satu bulan tersebut memiliki dua hasil utama: pembangunan infrastruktur dan kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat.

Setelah TMMD Berakhir

Kepala Desa Mangunranan Taat Teguh Subekti menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai TMMD membantu masyarakat dan menyatakan pihak desa siap menerima program serupa apabila kembali mendapat kesempatan.

Sementara itu, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan dalam amanat penutupan menyampaikan penghargaan kepada Satgas TMMD, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat yang ikut menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III pada 13 Agustus 2026, tanggung jawab berikutnya berada pada pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan yang telah selesai dikerjakan.

Bagi Desa Mangunranan, salah satu hasil yang paling mudah diukur adalah 600 meter jalan beton dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter, yang dibangun melalui program dengan total anggaran Rp319 juta.
×
Berita Terbaru Update