KEBUMEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen melalui Pokja IV menggelar Temu Kader Pokja IV dengan tema “Cara Praktis Menyusun Anggaran Keuangan Keluarga” di Pendopo Kabumian, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para kader TP PKK untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Tidak hanya membahas cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menentukan skala prioritas, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan keluarga menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen, Hj. Nurjanah Zaeni Miftah, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu bagian penting dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan tangguh.
Menurut Nurjanah, perencanaan keuangan keluarga pada dasarnya bukan semata-mata mengenai seberapa besar pendapatan yang dimiliki. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana keluarga mampu mengatur sumber daya yang ada agar dapat digunakan sesuai kebutuhan dan prioritas.
“Perencanaan keuangan adalah tentang bagaimana kita menentukan prioritas, mengendalikan pengeluaran, mempersiapkan kebutuhan masa depan, serta mengambil keputusan secara bijaksana berdasarkan kemampuan keluarga,” ujar Nurjanah.
Ia menambahkan, kebiasaan mengelola keuangan secara terencana dapat dimulai dari langkah sederhana dan tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan besar.
“Tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai merencanakan keuangan. Kita dapat memulainya dari hal yang sederhana: mencatat, merencanakan, menentukan prioritas, menabung, dan disiplin dalam mengelola pengeluaran,” lanjutnya.
Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan keuangan sering kali bukan hanya berkaitan dengan jumlah pendapatan. Cara keluarga mengatur uang juga menjadi faktor penting dalam menentukan kondisi keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Pengeluaran yang tidak dicatat, pembelian berdasarkan keinginan, serta tidak adanya perencanaan kebutuhan masa depan dapat membuat pendapatan keluarga cepat habis. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu memahami prinsip dasar pengelolaan anggaran sekaligus meneruskannya kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Penyusunan anggaran keluarga dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui seluruh sumber pemasukan. Setelah itu, keluarga dapat membuat daftar pengeluaran rutin, kebutuhan prioritas, dana untuk tabungan, serta alokasi untuk kebutuhan lain yang sifatnya tidak rutin.
Dengan cara tersebut, keluarga dapat mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan. Kebiasaan mencatat juga dapat membantu keluarga mengevaluasi pengeluaran dan menemukan pos yang masih dapat dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Nurjanah menilai, kader PKK mempunyai posisi strategis dalam mendorong perubahan kebiasaan tersebut. Kader berada dekat dengan masyarakat sehingga edukasi mengenai pengelolaan keluarga dapat disampaikan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan di tingkat desa maupun lingkungan.
Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen juga mengaitkan pengelolaan keuangan keluarga dengan semangat Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Menurutnya, konsep keluarga tangguh tidak hanya berbicara mengenai kemampuan menghadapi bencana alam. Ketangguhan keluarga harus dibangun secara menyeluruh, termasuk dalam menghadapi persoalan kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Hal ini sangat erat kaitannya dengan semangat Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana atau GKSTTB. GKSTTB mengajarkan kepada kita bahwa keluarga harus memiliki kemampuan untuk menolong dirinya sendiri, beradaptasi terhadap berbagai tantangan, serta membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi risiko,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi keluarga juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan rumah tangga menghadapi situasi darurat.
Ketika keluarga memiliki perencanaan keuangan yang baik, sebagian kebutuhan tidak terduga dapat dipersiapkan lebih awal. Sebaliknya, tanpa perencanaan, munculnya kebutuhan mendadak dapat memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
“Ketangguhan tersebut tidak hanya diperlukan ketika menghadapi bencana alam. Ketangguhan juga diperlukan ketika keluarga menghadapi tantangan kesehatan, lingkungan, maupun kondisi ekonomi,” katanya.
Karena itu, edukasi mengenai keuangan keluarga dinilai relevan dengan upaya membangun keluarga yang lebih siap menghadapi berbagai perubahan dan risiko.
Untuk memperkuat materi kegiatan, Temu Kader Pokja IV menghadirkan narasumber dari BSI Cabang Kebumen. Narasumber memberikan pemaparan mengenai prinsip dasar penyusunan anggaran keuangan keluarga dan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Materi disampaikan dengan pendekatan praktis agar dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Para kader diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan kebutuhan masa depan.
Narasumber dari BSI Cabang Kebumen menekankan bahwa perencanaan keuangan sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi nyata masing-masing keluarga. Tidak ada satu pola anggaran yang dapat diterapkan secara sama kepada seluruh rumah tangga karena setiap keluarga mempunyai tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, kebutuhan, dan tujuan keuangan yang berbeda.
Karena itu, langkah awal yang penting adalah mengenali kondisi keuangan sendiri secara jujur. Setelah mengetahui pemasukan dan pengeluaran, keluarga dapat menentukan target yang realistis dan menjalankannya secara konsisten.
“Yang paling penting bukan seberapa besar nominal yang dapat disisihkan, tetapi bagaimana keluarga membangun kebiasaan untuk merencanakan dan mengelola uang secara disiplin. Dari pencatatan sederhana, keluarga dapat melihat pola pengeluaran dan menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki,” ujar narasumber.
Menurutnya, keluarga juga perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas. Tujuan tersebut dapat berupa kebutuhan pendidikan anak, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, persiapan hari tua, maupun dana cadangan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dengan adanya tujuan yang jelas, kebiasaan menabung tidak lagi sekadar menjadi aktivitas menyisihkan uang, tetapi menjadi bagian dari strategi keluarga dalam mencapai kebutuhan jangka menengah dan jangka panjang.
Temu Kader Pokja IV diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran bagi peserta. Pengetahuan yang diperoleh para kader diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan TP PKK.
Kader dapat mengambil peran sebagai penggerak kebiasaan sederhana, seperti membiasakan keluarga mencatat pengeluaran harian, menyusun anggaran bulanan, menentukan kebutuhan prioritas, menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan, serta membangun kebiasaan menyisihkan pendapatan.
Langkah-langkah tersebut terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat membantu keluarga memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kondisi keuangannya.
Pengelolaan keuangan yang baik juga dapat memberikan dampak lebih luas. Ketika keluarga mampu mengatur pendapatan dan pengeluaran secara sehat, tekanan ekonomi dalam rumah tangga dapat diminimalkan. Keluarga pun memiliki ruang yang lebih baik untuk merencanakan masa depan.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Kebumen mendorong agar kader tidak hanya memahami aspek kesehatan keluarga, tetapi juga memiliki wawasan yang mendukung terciptanya keluarga yang mandiri dan tangguh.
Temu Kader Pokja IV dengan tema “Cara Praktis Menyusun Anggaran Keuangan Keluarga” menjadi salah satu bentuk edukasi yang menghubungkan pengelolaan keuangan dengan ketahanan keluarga. Pesan utamanya sederhana: keluarga tidak harus menunggu kondisi ideal untuk mulai merencanakan keuangan.
Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan kebutuhan berdasarkan skala prioritas, menyisihkan uang untuk tabungan, serta menjalankan disiplin dalam penggunaan pendapatan, setiap keluarga dapat mulai membangun fondasi keuangan yang lebih sehat.
Pada akhirnya, keluarga yang mampu mengelola sumber daya secara bijaksana akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat inilah yang sejalan dengan tujuan membangun keluarga Kebumen yang sehat, mandiri, tanggap, dan tangguh menghadapi risiko kehidupan.(KN/*)



