-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Sebanyak 702 Mahasiswa UNSOED dan UNS Mulai KKN di Kebumen, Siap Berkolaborasi Membangun Desa

7/08/2026 | 11:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-08T16:07:08Z

KEBUMEN – Sebanyak 702 mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa di Kabupaten Kebumen. Pelepasan mahasiswa dilakukan di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kebumen, Rabu (8/7/2026).

Program KKN ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengabdian.

Ratusan Mahasiswa Ditempatkan di Sejumlah Kecamatan

Dari total peserta, sebanyak 594 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) akan melaksanakan KKN mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Mereka ditempatkan di tiga kecamatan, yakni Buayan, Puring, dan Kuwarasan, untuk melaksanakan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.

Sementara itu, 108 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) akan menjalankan KKN pada 8 Juli hingga 22 Agustus 2026.

Lokasi pengabdian mahasiswa UNS tersebar di sejumlah desa, yaitu Desa Patukgawemulyo di Kecamatan Mirit, Desa Seboro di Kecamatan Sadang, Desa Kebagoran, Desa Prigi, Desa Peniron, dan Desa Jemur di Kecamatan Pejagoan, serta Desa Tlogowulung, Desa Krakal, Desa Kalirancang, Desa Kaliputih, dan Desa Wonokromo di Kecamatan Alian.

Bupati Minta Mahasiswa Berbaur dengan Masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada UNSOED dan UNS yang kembali mempercayakan Kabupaten Kebumen sebagai lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata.

Menurut Bupati, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan desa melalui ide-ide kreatif, inovasi, dan semangat kolaborasi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta KKN mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat serta menghormati budaya dan kearifan lokal yang telah tumbuh di setiap desa.

"Mahasiswa diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kenali budaya, adat istiadat, dan potensi desa sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga," pesan Bupati.

Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah Desa

Bupati Lilis juga berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, edukasi, hingga pendampingan, mahasiswa diharapkan dapat menghadirkan solusi yang aplikatif sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.

Program-program yang dilaksanakan selama KKN juga diharapkan memiliki dampak jangka panjang sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meskipun masa pengabdian telah berakhir.

"Jadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata. Program yang dibuat hendaknya berkelanjutan dan mampu mendukung pembangunan desa," ujar Bupati.


Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Pelaksanaan KKN menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, digitalisasi desa, hingga pengembangan potensi wisata dan UMKM.

Dengan diterjunkannya 702 mahasiswa dari dua perguruan tinggi tersebut, diharapkan berbagai program pengabdian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Kebumen.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update