-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Petani Prembun Buktikan Smart Farming Bukan Sekadar Wacana, Murtejo Kendalikan Kebun Lewat Genggaman Tangan

7/07/2026 | 11:39 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T04:41:30Z

Kebumen – Transformasi digital kini tidak hanya terjadi di sektor industri dan perkotaan, tetapi juga mulai merambah dunia pertanian di Kabupaten Kebumen. Di Kecamatan Prembun, seorang petani bernama Murtejo membuktikan bahwa teknologi modern mampu menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas usaha tani yang dikelolanya.

Melalui penerapan sistem smart farming atau pertanian pintar, Murtejo berhasil mengubah cara bertani yang selama ini identik dengan pekerjaan manual menjadi lebih praktis, presisi, dan berbasis teknologi. Berbekal jaringan internet dan sebuah telepon pintar, berbagai aktivitas di kebunnya kini dapat dikendalikan dari mana saja tanpa harus selalu berada di lokasi.

Inovasi tersebut menjadi gambaran bahwa digitalisasi pertanian bukan lagi konsep masa depan, melainkan sudah mulai diterapkan di tingkat petani lokal. Kehadiran teknologi ini membuka peluang baru bagi sektor pertanian untuk berkembang lebih modern sekaligus mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Di lahan yang dikelolanya, Murtejo membangun sistem pengairan dan pemupukan otomatis yang terintegrasi dengan panel kontrol digital. Seluruh perangkat tersebut terkoneksi dengan internet sehingga setiap proses dapat dioperasikan melalui aplikasi pada ponsel pintar.

Melalui satu sentuhan di layar telepon seluler, ia dapat menghidupkan pompa air, membuka maupun menutup katup irigasi, hingga mengalirkan pupuk cair sesuai kebutuhan tanaman. Sistem tersebut dirancang agar seluruh proses berlangsung secara presisi sehingga tanaman memperoleh air dan nutrisi dalam jumlah yang tepat.

Menurut Murtejo, penerapan teknologi ini memberikan perubahan besar terhadap pola kerja sehari-hari. Jika sebelumnya ia harus berkeliling kebun untuk menyiram tanaman satu per satu atau mengatur distribusi pupuk secara manual, kini pekerjaan tersebut dapat dilakukan dalam hitungan menit melalui aplikasi.

Selain menghemat waktu, sistem otomatis juga mengurangi kebutuhan tenaga kerja sehingga biaya operasional dapat ditekan. Efisiensi tersebut menjadi salah satu keuntungan utama yang dirasakan sejak mengadopsi konsep pertanian digital.

Teknologi smart farming yang diterapkan Murtejo tidak hanya digunakan pada satu jenis komoditas. Sistem tersebut telah mendukung berbagai usaha pertanian dan perikanan yang dikembangkannya secara terpadu.

Salah satu usaha yang menjadi perhatian adalah pembibitan alpukat varietas unggul. Berbagai jenis alpukat berkualitas, termasuk Alpukat Red Vietnam, dibudidayakan menggunakan sistem irigasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan air setiap bibit secara merata.

Pipa-pipa irigasi mikro dipasang hingga menjangkau setiap polibag tempat bibit ditanam. Dengan cara tersebut, distribusi air dan pupuk cair menjadi lebih merata sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal tanpa pemborosan.

Selain pembibitan alpukat, Murtejo juga mengembangkan budidaya sayuran hidroponik, terutama selada yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Sistem otomatis yang diterapkan memungkinkan kebutuhan nutrisi tanaman selalu terjaga sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Tidak berhenti di sektor tanaman hortikultura, teknologi serupa juga dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kolam ikan air tawar. Pengaturan aliran air menjadi lebih mudah dilakukan sehingga kualitas lingkungan budidaya tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.

Penerapan teknologi digital tersebut membuktikan bahwa konsep pertanian terpadu dapat berjalan lebih efektif ketika didukung sistem pengendalian yang modern.

Keunggulan lain dari smart farming adalah kemampuannya dalam mengatur jadwal penyiraman dan pemupukan secara konsisten. Melalui aplikasi yang digunakan, seluruh aktivitas dapat diprogram sesuai kebutuhan masing-masing tanaman.

Dengan pola tersebut, tanaman memperoleh pasokan air dan nutrisi pada waktu yang tepat. Kondisi ini membantu menjaga kesehatan tanaman sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.

Penggunaan pupuk juga menjadi lebih efisien karena cairan nutrisi disalurkan langsung menuju area perakaran tanaman. Tidak ada pupuk yang terbuang percuma akibat penyebaran yang tidak merata ataupun kelebihan dosis.

Hal serupa juga berlaku pada penggunaan air. Sistem irigasi mikro mampu mengalirkan air secara langsung ke media tanam sehingga konsumsi air menjadi lebih hemat dibandingkan metode penyiraman konvensional.

Efisiensi dalam penggunaan air dan pupuk menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

Keberhasilan Murtejo menerapkan smart farming mulai menarik perhatian berbagai kalangan. Kebunnya kini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi produksi, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi petani lain yang ingin mengenal teknologi pertanian modern.

Banyak petani, pelajar, hingga masyarakat umum datang untuk melihat secara langsung bagaimana sistem otomatis tersebut bekerja. Mereka dapat mempelajari proses instalasi, cara pengoperasian aplikasi, hingga manfaat yang diperoleh setelah teknologi diterapkan.

Kehadiran kebun percontohan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyebaran inovasi kepada petani lain di wilayah Kebumen maupun daerah sekitarnya. Semakin banyak petani yang memanfaatkan teknologi, semakin besar pula peluang peningkatan produktivitas sektor pertanian daerah.

Digitalisasi pertanian juga dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menarik minat generasi muda agar kembali melirik sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan. Pemanfaatan teknologi informasi membuat aktivitas bertani menjadi lebih menarik, efisien, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, hingga meningkatnya kebutuhan pangan, inovasi seperti yang dilakukan Murtejo menjadi contoh bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi bagian dari solusi.

Penerapan smart farming membuktikan bahwa petani lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan potensi pertanian yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat selama bertahun-tahun.

Melalui keberanian untuk berinovasi, Murtejo menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari tingkat petani. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat guna, produktivitas meningkat, penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien, dan kualitas hasil pertanian semakin baik.

Langkah yang dilakukan petani asal Kecamatan Prembun ini menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada luas lahan atau besarnya modal, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih cerdas, produktif, dan berkelanjutan.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update