-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pendopo Gunungan Desa Bocor Diresmikan, Jadi Pusat Kegiatan Tarekat dan Ruang Aspirasi Warga

7/12/2026 | 2:51 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T07:52:06Z

KEBUMEN – Dusun Ragayudan, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, kini memiliki ruang baru yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat berkumpul masyarakat. Bangunan bernama Pendopo Gunungan itu resmi dibuka pada Minggu (12/7/2026) dan diharapkan menjadi wadah yang memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Peresmian Pendopo Gunungan dihadiri Rais 'Aam Jami'yyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), KH Achmad Chalwani Nawawi, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam peresmian tersebut, Pendopo Gunungan mendapat dua fungsi utama. Sebagai pusat kegiatan keagamaan, bangunan itu diresmikan oleh KH Achmad Chalwani Nawawi sebagai Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Sementara itu, Bupati Kebumen meresmikannya sebagai PASEBAN, akronim dari Pusat Aspirasi, Solusi, dan Edukasi Bauran Warga, yang menjadi ruang terbuka untuk aktivitas sosial kemasyarakatan.

Inisiator pembangunan Pendopo Gunungan, Sularso, menjelaskan bahwa bangunan tersebut lahir dari semangat kebersamaan masyarakat yang ingin menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara luas.

Menurutnya, selain menjadi tempat kegiatan para jamaah tarekat dan santri, pendopo juga dirancang sebagai ruang dialog masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mencari solusi atas berbagai persoalan, hingga menyelenggarakan kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh elemen warga.

"Pendopo ini menjadi wadah kegiatan spiritual bagi para santri dan jamaah tarekat. Sementara sebagai PASEBAN, tempat ini terbuka bagi masyarakat untuk berdiskusi, bermusyawarah, berbagi solusi, dan memperkuat kebersamaan," ujar Sularso.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Bupati Kebumen dalam acara tersebut merupakan bentuk kedekatan yang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi dorongan positif bagi tumbuhnya berbagai inisiatif yang berasal dari masyarakat.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Ragayudan dalam membangun fasilitas tersebut. Ia menilai Pendopo Gunungan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi masyarakat mampu melahirkan ruang yang bermanfaat bagi kehidupan sosial maupun keagamaan.

"Pendopo ini membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki tujuan yang sama, banyak hal baik bisa diwujudkan. Semoga tempat ini menjadi pusat kegiatan yang semakin menguatkan nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," kata Lilis.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah Kebumen bagian selatan. Ia menjelaskan sejumlah ruas jalan telah selesai dikerjakan, di antaranya ruas Bocor–Kejayan, Jatisari–Bocor, serta Muktisari–Bocor.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah melanjutkan proses pembangunan ruas Arjowinangun–Banjurmukadan dan Adikarso–Sangubanyu yang saat ini telah memasuki tahap tender.

Menurut Bupati, peningkatan infrastruktur akan terus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas perekonomian, serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik.

Dengan hadirnya Pendopo Gunungan, masyarakat Desa Bocor diharapkan memiliki ruang bersama yang mampu mempererat ukhuwah, memperkuat budaya musyawarah, sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update