-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Nggak Cuma Ngoding! Mahasiswa STMIK Kebumen Ciptakan 3 Aplikasi AI Keren, Ada yang Bikin Berita Otomatis hingga Atur Uang Anak Kos

7/09/2026 | 8:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T08:49:03Z

Kebumen – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi teknologi yang hanya dikembangkan perusahaan raksasa dunia. Di Kabupaten Kebumen, inovasi berbasis AI justru lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi STMIK PGRI Arungbinang Kebumen (STMIK Kebumen) berhasil meluncurkan tiga aplikasi berbasis AI yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Peluncuran karya inovatif tersebut diumumkan pada Kamis (9/7/2026). Ketiga aplikasi yang diperkenalkan tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa dalam membangun sistem berbasis kecerdasan buatan, tetapi juga menawarkan solusi praktis untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, dunia pendidikan, hingga industri media.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah. Mereka didorong untuk menciptakan produk digital yang benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prestasi tersebut lahir melalui penerapan metode Project Based Learning (PBL) dalam salah satu mata kuliah yang diampu oleh dosen STMIK Kebumen, Ammar Fauzan, M.Kom. Pendekatan ini menempatkan mahasiswa sebagai pencipta solusi, bukan sekadar penerima materi pembelajaran.

Alih-alih hanya menyelesaikan tugas akademik berupa laporan atau presentasi, mahasiswa diminta mengembangkan aplikasi yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Mulai dari proses riset, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, hingga pengujian dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dosen.

Menurut Ammar Fauzan, metode tersebut diterapkan agar mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam membangun produk digital yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

"Model pembelajaran berbasis proyek ini dilakukan sebagai bagian dari upaya nyata untuk mendorong mahasiswa menghasilkan solusi digital yang relevan, aplikatif, dan memberikan dampak langsung," ujarnya.

Pendekatan tersebut sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah yang menjadi kompetensi penting di era transformasi digital.

Dari sejumlah proyek yang dikembangkan mahasiswa, terdapat tiga aplikasi berbasis AI yang dinilai paling inovatif dan resmi diperkenalkan kepada publik.

1. Smart Financial Planner, Asisten Keuangan Digital untuk Anak Kos

Aplikasi pertama merupakan karya Nisrina Yumna Qurrotu'ain yang diberi nama Smart Financial Planner.

Sesuai namanya, aplikasi ini dirancang sebagai asisten pengelola keuangan pribadi, khususnya bagi mahasiswa dan pelajar perantauan yang harus mengatur pengeluaran bulanan secara mandiri.

Melalui teknologi AI, pengguna dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Sistem kemudian akan menganalisis pola belanja dan memberikan penilaian apakah kondisi keuangan pengguna masih dalam kategori sehat atau justru mulai berisiko mengalami kekurangan dana sebelum akhir bulan.

Tidak hanya menampilkan angka, aplikasi juga memberikan rekomendasi pengelolaan anggaran agar pengguna dapat mengatur prioritas pengeluaran dengan lebih bijak.

Bagi kalangan Gen Z yang akrab dengan transaksi digital dan dompet elektronik, aplikasi ini berpotensi menjadi alat bantu yang praktis untuk menghindari kebiasaan belanja impulsif.

2. Ringkas AI, Belajar Lebih Cepat Tanpa Harus Membaca Berlembar-Lembar

Inovasi kedua hadir dari mahasiswa bernama Vicky Ardiansyah melalui aplikasi Ringkas AI.

Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu pelajar maupun mahasiswa menghadapi banyaknya materi pembelajaran yang harus dipelajari setiap hari.

Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, Ringkas AI mampu mengolah dokumen atau materi pelajaran menjadi rangkuman yang berisi poin-poin utama dalam waktu singkat.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna memahami inti materi tanpa harus membaca keseluruhan dokumen yang panjang.

Meski demikian, aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses belajar secara menyeluruh. Ringkas AI justru menjadi alat bantu agar proses memahami materi menjadi lebih efisien, terutama ketika pengguna sedang melakukan review menjelang ujian atau menyusun tugas akademik.

3. NewsCraft AI, Bantu Penulis Konten dan Media Membuat Draft Berita

Aplikasi ketiga adalah NewsCraft AI yang dikembangkan oleh Achmad Charis Muhlasin.

Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, NewsCraft AI menyasar kalangan penulis konten digital, jurnalis, hingga industri media.

Melalui aplikasi ini, pengguna cukup memasukkan topik atau informasi utama yang ingin diangkat. Selanjutnya sistem AI akan menghasilkan draft berita secara otomatis dengan berbagai pilihan gaya penulisan yang dapat disesuaikan kebutuhan.

Fitur tersebut diharapkan mampu membantu proses penyusunan naskah menjadi lebih cepat tanpa menghilangkan ruang bagi penulis untuk melakukan penyuntingan, verifikasi, dan pengembangan isi berita.

Di tengah perkembangan media digital yang menuntut kecepatan publikasi, aplikasi seperti NewsCraft AI berpotensi menjadi salah satu alat pendukung produktivitas bagi para content writer maupun redaksi media.

Keberhasilan mahasiswa menciptakan tiga aplikasi AI tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan STMIK Kebumen.

Ketua STMIK Kebumen, Muhyat AS, menegaskan bahwa kampus yang dikenal sebagai salah satu pionir pendidikan teknologi di Kebumen dan wilayah Jawa Tengah bagian selatan itu terus berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan teori, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Melalui inovasi-inovasi ini, STMIK PGRI Kebumen membuktikan perannya bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan inkubator teknologi yang siap melahirkan inovasi yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas," tegas Muhyat.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan perkembangan STMIK Kebumen yang terus memperkuat kualitas pendidikan di bidang teknologi informasi.

Kampus yang berdiri pada 18 Mei 1994 dengan nama awal Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (Amikom) itu terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Pada 8 Juli 2024, institusi tersebut resmi bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) PGRI Arungbinang Kebumen.

Saat ini STMIK Kebumen menyelenggarakan dua program studi unggulan, yaitu D3 Manajemen Informatika dan S1 Teknologi Informasi. Ke depan, kampus ini juga tengah mempersiapkan pembukaan empat program studi baru sebagai bagian dari pengembangan institusi.

Lahirnya Smart Financial Planner, Ringkas AI, dan NewsCraft AI menunjukkan bahwa mahasiswa daerah mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi global. Karya-karya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas, ketika dipadukan dengan pembelajaran berbasis proyek, dapat melahirkan solusi digital yang bermanfaat bagi berbagai kalangan.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pencapaian mahasiswa STMIK Kebumen menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi. Kampus tidak lagi hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang untuk melahirkan inovator muda yang siap berkontribusi dalam transformasi digital Indonesia.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update