KEBUMEN – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, S.E. atau Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Sabtu (11/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Komisi IV DPR RI untuk melihat secara langsung perkembangan sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedatangan Titiek Soeharto disambut Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Suasana penyambutan berlangsung hangat sebelum rombongan meninjau berbagai fasilitas yang terdapat di kawasan tambak udang modern tersebut.
BUBK Kebumen saat ini menjadi salah satu proyek percontohan budidaya udang berbasis kawasan terbesar di Jawa Tengah. Sejak diresmikan pada tahun 2023, kawasan ini terus berkembang dan menunjukkan capaian produksi yang menggembirakan. Selain menghasilkan udang berkualitas untuk kebutuhan ekspor, keberadaan kawasan budidaya ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pemantauan kawasan dari rooftop untuk melihat secara menyeluruh tata kelola tambak modern yang menerapkan sistem budidaya terintegrasi. Dari lokasi tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai perkembangan operasional kawasan, sistem pengelolaan air, hingga target produksi yang terus meningkat pada setiap siklus budidaya.
Selanjutnya, Ketua Komisi IV DPR RI bersama Bupati Kebumen melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan di kawasan budidaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penebaran benur sebanyak 10,24 juta ekor sebagai tanda dimulainya siklus operasional ke-9.
Rombongan juga menyaksikan secara langsung proses panen parsial yang pada kesempatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 ton udang. Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa sistem budidaya yang diterapkan di BUBK Kebumen mampu menghasilkan produktivitas tinggi dengan kualitas yang memenuhi standar pasar internasional.
Tidak hanya melihat proses budidaya, rombongan juga meninjau fasilitas pengolahan hasil panen yang menjadi bagian penting dalam menjaga mutu produk sebelum dipasarkan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Pengelolaan yang terintegrasi mulai dari pembenihan, pembesaran, hingga pascapanen menjadi salah satu keunggulan kawasan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek Soeharto mengaku terkesan dengan perkembangan BUBK Kebumen. Menurutnya, kawasan budidaya tersebut menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi pusat produksi pangan bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan teknologi dan manajemen yang baik.
"Hasilnya luar biasa. Lahan yang tadinya belum tergarap optimal, kini dimanfaatkan untuk budidaya udang berkualitas ekspor. Saya berharap model BUBK seperti ini bisa direplikasi di daerah lain di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan gizi protein hewani bagi anak-anak Indonesia," ujar Titiek Soeharto.
Ia menilai pengembangan kawasan budidaya seperti di Kebumen merupakan langkah strategis dalam memperkuat swasembada pangan nasional, khususnya pada sektor perikanan. Selain menghasilkan komoditas bernilai ekspor, keberadaan tambak modern juga mampu menciptakan peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI beserta rombongan. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor kelautan dan perikanan menjadi dorongan penting bagi daerah untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Lilis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen mendukung keberlanjutan operasional BUBK melalui berbagai bentuk sinergi dengan pemerintah pusat maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan pemberdayaan masyarakat sekitar.
"Pemerintah Kabupaten Kebumen senantiasa mendukung penuh pengembangan BUBK agar terus beroperasi secara berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi perikanan, serta menjadikan kawasan ini sebagai pusat edukasi bagi para pembudidaya lokal," kata Lilis.
Menurutnya, keberadaan kawasan budidaya udang modern tersebut telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Selain membuka lapangan pekerjaan, BUBK juga menjadi media pembelajaran bagi pembudidaya lokal untuk mengenal sistem budidaya modern yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Dalam kunjungan itu, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengelolaan kawasan budidaya udang di Kebumen. Ia menilai BUBK merupakan salah satu contoh nyata bagaimana sektor perikanan mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ini adalah salah satu produksi yang luar biasa untuk mendukung swasembada pangan. Hasilnya selain diekspor juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Yang menarik lagi, yang bekerja di sini adalah masyarakat sekitar," ungkap Darori.
Menurutnya, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi indikator penting bahwa program pengembangan kawasan budidaya telah berjalan sesuai tujuan. Tidak hanya meningkatkan produksi perikanan nasional, tetapi juga menghadirkan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebagai informasi, BUBK Kebumen memiliki luas kawasan sekitar 100 hektare. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2023, kawasan tersebut telah memasuki siklus budidaya ke-9 dengan capaian produksi yang terus meningkat.
Pengelolaan berbasis kawasan memungkinkan seluruh proses budidaya dilakukan secara terintegrasi sehingga kualitas produk lebih terjaga dan efisiensi operasional semakin baik.
Keberhasilan tersebut menjadikan BUBK Kebumen sebagai salah satu barometer pengembangan budidaya udang sistem best practice di Indonesia. Selain mampu menghasilkan komoditas berkualitas ekspor, kawasan ini juga menjadi contoh penerapan teknologi budidaya modern yang memperhatikan aspek produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Usai meninjau kawasan budidaya, Titiek Soeharto dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan di Kabupaten Kebumen dengan transit di kediaman Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro sebelum mengunjungi destinasi wisata Sagara View of Karangbolong pada sore hari.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi IV DPR RI berharap pengembangan BUBK Kebumen dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pengelola kawasan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya udang nasional, memperkuat swasembada pangan, memperluas pasar ekspor, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Keberhasilan BUBK Kebumen juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan kawasan budidaya perikanan modern yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.(KN/*)



