-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Sedekah Laut Pantai Happy Ayam Putih Berlangsung Meriah, Tradisi Syukur yang Kini Dongkrak Wisata Desa

7/11/2026 | 5:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T08:24:05Z

KEBUMEN – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Pantai Happy, Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (11/7/2026), untuk mengikuti tradisi tahunan Sedekah Laut. Kegiatan yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut sekaligus doa bersama agar para nelayan selalu diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah.

Tradisi yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai memetri bumi itu diawali dengan kirab budaya yang berlangsung meriah. Gunungan hasil bumi, tumpeng raksasa, serta berbagai hasil pertanian diarak mengelilingi kawasan pantai, disambut antusias ribuan warga yang telah memadati lokasi sejak pagi.

Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta mengikuti doa bersama sebelum memasuki prosesi utama, yakni larung sesaji ke perairan Samudra Hindia. Berbagai sesaji, mulai dari kepala kambing, ayam ingkung, hasil bumi, aneka makanan, hingga persembahan berupa ayam dan bebek, dibawa menuju laut sebagai simbol ungkapan syukur dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat pesisir.

Prosesi larungan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sesaji kemudian dilepaskan ke tengah ombak sebagai simbol penyerahan doa dan harapan agar hasil laut tetap melimpah serta para nelayan senantiasa diberi perlindungan saat melaut.

Kepala Desa Ayam Putih, Sahudi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari panitia, kelompok nelayan, pemerintah, sponsor, hingga masyarakat yang bergotong royong menjaga kelestarian tradisi.

Menurutnya, Sedekah Laut bukan hanya menjadi warisan budaya yang harus dipertahankan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga desa.

Malam harinya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang menjadi hiburan sekaligus bagian dari pelestarian budaya Jawa.

Selain mengikuti prosesi adat, banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk menikmati panorama Pantai Happy. Gazebo yang tersebar di sejumlah titik dipenuhi wisatawan yang bersantai bersama keluarga, sementara warung-warung kuliner lokal ramai melayani pembeli. Bagi anak-anak, kolam renang yang tersedia di kawasan pantai menjadi salah satu fasilitas favorit.

Salah seorang pengunjung asal Purworejo, Rina (34), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan prosesi Sedekah Laut secara langsung.

"Baru pertama kali melihat tradisi seperti ini. Suasananya meriah, tapi tetap terasa sakral. Pantainya juga bersih dan nyaman untuk liburan keluarga," ujarnya.


Pengunjung lain, Agus (41), warga Kebumen, menilai kegiatan tersebut mampu memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah.

"Acara seperti ini bagus karena budaya tetap terjaga dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Semoga setiap tahun semakin meriah," katanya.

Kepala Desa Sahudi menjelaskan bahwa Pantai Happy kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Pada akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai hampir 4.000 orang dalam sehari. Sementara pada hari biasa, rata-rata sekitar 1.000 pengunjung menikmati kawasan pantai.

"Kalau hari Minggu bisa hampir 4.000 pengunjung. Untuk hari biasa sekitar seribuan. Rata-rata pengunjung ramai pada pagi dan sore hari," jelas Sahudi.

Pantai Happy beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. Saat pelaksanaan Sedekah Laut, pengunjung tidak dikenai tiket masuk khusus dan hanya membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Meningkatnya kunjungan wisatawan membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan mendorong tumbuhnya usaha kuliner, penyewaan gazebo, area parkir, hingga berbagai usaha kecil lainnya yang menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Desa Ayam Putih.

Melalui tradisi Sedekah Laut yang terus dilestarikan, masyarakat berharap nilai-nilai budaya, semangat gotong royong, serta potensi wisata Pantai Happy dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update