-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Duka di Sungai Kedungbener, Orang Tua Diimbau Tingkatkan Pengawasan Anak Saat Bermain

7/20/2026 | 12:48 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T05:48:51Z
Kebumen – Peristiwa tragis kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen. Seorang pelajar berusia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain dan mandi di Sungai Kedungbener, tepatnya di bawah Jembatan Merah, Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren, pada Senin (20/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di luar rumah. Sungai yang tampak tenang di permukaan sering kali menyimpan berbagai potensi bahaya, seperti arus bawah, kedalaman yang tidak merata, dasar sungai yang licin, hingga pusaran air yang sulit diprediksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama beberapa temannya diketahui bermain dan mandi di kawasan Sungai Kedungbener pada siang hari. Saat sedang berada di dalam sungai, korban diduga mengalami kesulitan hingga akhirnya tenggelam. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwenang.

Petugas bersama warga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Namun, meskipun telah dilakukan upaya penyelamatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Kejadian tersebut mengundang keprihatinan masyarakat sekitar yang berharap insiden serupa tidak kembali terjadi.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia mengingatkan bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Menurut Kapolres, pengawasan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan anak-anak. Anak-anak umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang bermain di alam terbuka, termasuk di sungai. Namun, tanpa pengawasan yang memadai, aktivitas tersebut dapat berubah menjadi situasi yang membahayakan.

"Orang tua diharapkan mengetahui ke mana anak-anak pergi bermain dan memastikan lokasi tersebut aman. Jangan biarkan anak bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa," pesan Kapolres.

Selain peran keluarga, masyarakat juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam mengingatkan anak-anak yang bermain di lokasi berisiko. Kepedulian lingkungan dinilai dapat menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Musim kemarau sering dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air di sungai karena debit air terlihat lebih rendah dibanding musim hujan. Namun kondisi tersebut bukan berarti sungai menjadi aman. Banyak sungai memiliki bagian yang dalam secara tiba-tiba, arus yang cukup kuat, maupun dasar sungai yang licin akibat lumut sehingga meningkatkan risiko terpeleset dan tenggelam.

Para orang tua juga diimbau memberikan edukasi kepada anak mengenai bahaya bermain di sungai, saluran irigasi, embung, waduk, maupun lokasi perairan lainnya. Anak perlu memahami bahwa tidak semua tempat yang terlihat aman benar-benar bebas dari risiko. 

Pengetahuan mengenai keselamatan di sekitar perairan dapat menjadi bekal penting untuk melindungi diri mereka.
Di sisi lain, pemerintah desa bersama unsur terkait dapat memperkuat upaya pencegahan melalui pemasangan papan peringatan di lokasi-lokasi yang rawan, penyuluhan keselamatan kepada masyarakat, hingga pengawasan bersama di titik-titik yang sering dijadikan tempat bermain anak.

Peristiwa tenggelamnya pelajar di Sungai Kedungbener menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah musibah terjadi. Dengan meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi sejak dini, serta membangun kepedulian masyarakat terhadap keselamatan anak, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Polres Kebumen mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak dengan memastikan mereka bermain di tempat yang aman dan selalu berada dalam pengawasan orang dewasa. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi upaya nyata dalam melindungi generasi muda dari berbagai risiko kecelakaan yang sebenarnya dapat dicegah.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update