-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Delapan Petani Milenial Kebumen Digembleng Teknologi Hortikultura, Siap Jadi Penggerak Pertanian Modern

7/21/2026 | 11:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-25T02:10:25Z

KEBUMEN - Semangat regenerasi sektor pertanian terus diperkuat di Kabupaten Kebumen. Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen menggelar Pelatihan Petani Milenial Batch 1 Komoditas Hortikultura yang diikuti oleh delapan petani muda terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Tegal Kelompok Tani (Poktan) Rahayu, Desa Kaibon, Kecamatan Ambal, pada Selasa (21/7/2026).

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian melalui penerapan teknologi, inovasi, dan sistem budidaya yang lebih modern. Harapannya, pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan konvensional, melainkan sebagai sektor usaha yang menjanjikan dan mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tidak hanya menerima materi secara teori melalui diskusi interaktif bersama para narasumber, tetapi juga diajak terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan berbagai teknik budidaya hortikultura yang dinilai efektif dan efisien. Pendekatan tersebut dilakukan agar para petani muda memperoleh pengalaman nyata mengenai penerapan teknologi pertanian modern sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Kegiatan praktik lapangan difokuskan pada pengelolaan komoditas hortikultura dengan memperhatikan setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan benih berkualitas, pengolahan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga strategi panen dan pascapanen. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai metode budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Tidak hanya berorientasi pada proses budidaya, pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sistem agribisnis yang terintegrasi. Para peserta dibekali strategi pengelolaan usaha pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk bagaimana membaca peluang pasar, menjaga kualitas hasil panen, melakukan pengemasan produk, hingga memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan konsumen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Teguh Yuliono, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa Pelatihan Petani Milenial Batch 1 Komoditas Hortikultura merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Kebumen.

Menurutnya, jumlah petani muda perlu terus ditingkatkan agar keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang tersebut. Oleh karena itu, Distapang menghadirkan pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga memperkenalkan teknologi pertanian dan konsep bisnis yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

"Pelatihan Petani Milenial Batch 1 Komoditas Hortikultura dilakukan oleh Distapang Kebumen dengan tujuan meningkatkan peminatan petani muda terhadap sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi serta meningkatkan nilai ekonomi pertanian," jelas Teguh Yuliono.

Ia menambahkan, pertanian saat ini telah berkembang sangat pesat. Berbagai inovasi mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian modern, sistem irigasi yang lebih efisien, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran hasil panen membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha tani yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Menurut Teguh, sektor hortikultura memiliki prospek yang cukup cerah karena kebutuhan pasar terhadap sayuran, buah-buahan, maupun tanaman hortikultura lainnya terus meningkat. Apabila dikelola dengan baik dan didukung kemampuan manajemen usaha yang memadai, komoditas hortikultura mampu memberikan keuntungan ekonomi yang menjanjikan bagi para petani.

Pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpetani muda. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat saling bertukar pengalaman, membangun jejaring, hingga merancang kerja sama dalam pengembangan usaha pertanian di masa mendatang. Kolaborasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pertanian modern, mulai dari perubahan iklim, efisiensi produksi, hingga persaingan pasar.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi di lapangan, termasuk pengendalian hama dan penyakit tanaman, pengelolaan pupuk secara tepat, serta strategi meningkatkan kualitas hasil panen agar memiliki daya saing yang lebih baik.

Bagi para petani muda Desa Kaibon, kegiatan ini menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa bertani merupakan profesi yang memiliki masa depan cerah. Dengan memadukan teknologi, inovasi, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan, sektor pertanian mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dari berbagai wilayah. Melalui regenerasi petani yang berkualitas, sektor pertanian diharapkan semakin maju, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Pelatihan Petani Milenial Batch 1 Komoditas Hortikultura menjadi bukti nyata bahwa transformasi pertanian menuju era modern sedang berlangsung di Kabupaten Kebumen. Dengan semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi, para petani muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjaga ketahanan pangan untuk masa depan.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update