-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Perkuat Komitmen Jaga Lahan Sawah dan Modernisasi Pengelolaan Sampah, Kebumen Optimalkan Kolaborasi dan Inovasi

7/13/2026 | 2:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T01:06:19Z

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperkuat langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan melalui upaya menjaga kelestarian lahan pertanian serta meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (13/7/2026).

Rapat koordinasi yang diikuti kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan langkah dalam menghadapi dua tantangan besar, yakni semakin berkurangnya lahan sawah produktif akibat alih fungsi lahan serta meningkatnya volume sampah yang membutuhkan sistem pengelolaan lebih efektif dan ramah lingkungan.

Bagi Kabupaten Kebumen, kedua isu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan daerah. Lahan pertanian yang tetap terjaga menjadi fondasi ketahanan pangan, sedangkan pengelolaan sampah yang baik berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dalam rakor tersebut, para peserta memperoleh pemaparan mengenai kondisi terkini alih fungsi lahan sawah di Jawa Tengah beserta langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mempertahankan kawasan pertanian produktif. Pemerintah provinsi mendorong setiap daerah memperkuat pengawasan terhadap perubahan fungsi lahan agar produktivitas sektor pertanian tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.

Keberadaan lahan sawah yang lestari dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk mengintegrasikan kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan lahan pertanian secara seimbang sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa mengorbankan sektor pangan.

Selain membahas perlindungan lahan sawah, forum tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi sistem pengelolaan sampah. Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi menyebabkan volume sampah terus meningkat sehingga dibutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya yang bernilai.

Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Kedua teknologi tersebut memungkinkan sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri.

Pemanfaatan RDF dan BBJP dipandang sebagai solusi yang mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.


Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, perlindungan lahan pertanian dan peningkatan kualitas pengelolaan sampah merupakan dua agenda penting yang harus berjalan secara beriringan.

Menjaga keberadaan lahan sawah produktif, kata Lilis, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga sebagai investasi bagi generasi mendatang. Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah yang modern akan memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta efisiensi pengelolaan sumber daya.

Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah turut mendukung langkah-langkah yang dibahas dalam rakor tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang kuat, setiap daerah dapat saling berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dalam mengendalikan alih fungsi lahan serta mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang lebih efektif.

Partisipasi Kabupaten Kebumen dalam rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah daerah berharap berbagai kebijakan yang dihasilkan dari forum tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan daerah.

Dengan perlindungan lahan pertanian yang semakin optimal, produktivitas sektor pertanian diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Sementara itu, pengelolaan sampah berbasis teknologi diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kerja sama yang erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Kebumen optimistis dapat terus menghadirkan kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian sumber daya alam, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update