KEBUMEN – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah secara resmi membuka Festival Pangan Desa Dampingan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi desa sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Festival yang dipusatkan di Desa Ayamputih itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan sekaligus mengunjungi stan pameran produk pangan lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan mudah diakses masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, desa, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia juga menilai desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila potensi sumber daya lokal dapat dikelola secara optimal.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendukung berbagai program yang mendorong penguatan sektor pangan dan pemberdayaan masyarakat desa. Menurutnya, Festival Pangan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai layanan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap bahan pangan yang lebih terjangkau, tetapi juga memperoleh berbagai pelayanan publik yang mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Salah satu program yang paling banyak diminati warga adalah Gerakan Pangan Murah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Program ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan stabilitas harga pangan.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, festival juga menghadirkan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan, mengurus administrasi kependudukan, memanfaatkan layanan Samsat Keliling, hingga mengurus penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM.
Kehadiran berbagai layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat mengakses beberapa jenis pelayanan dalam waktu yang bersamaan tanpa harus mendatangi kantor pelayanan yang berbeda.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan berbagai bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan meliputi cadangan pangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, bantuan modal usaha bagi masyarakat, bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan ternak bebek petelur, serta dukungan fasilitas internet desa guna memperkuat pelayanan dan aktivitas ekonomi berbasis digital.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat produktivitas ekonomi desa. Dukungan modal usaha dan bantuan ternak, misalnya, menjadi salah satu langkah untuk mendorong lahirnya sumber-sumber pendapatan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Festival Pangan juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk unggulan desa. Berbagai hasil olahan pangan, produk pertanian, hingga kerajinan lokal dipamerkan kepada masyarakat dan tamu undangan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Kebumen.
Melalui pameran tersebut, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas sekaligus membangun jejaring usaha dengan berbagai pihak.
Momentum penting lainnya dalam festival tersebut adalah penandatanganan kerja sama antara BUMDes Desa Ayamputih dengan PT JTAB. Kerja sama itu diharapkan mampu memperkuat pengelolaan usaha desa, memperluas jaringan pemasaran produk lokal, serta meningkatkan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat.
Kolaborasi antara badan usaha milik desa dengan sektor swasta dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Dengan dukungan pasar yang lebih luas, produk-produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap Festival Pangan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap pangan yang berkualitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat layanan publik, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperluas kesempatan usaha di tingkat desa.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kebumen, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar program-program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang dibangun, Desa Ayamputih diharapkan dapat menjadi contoh desa yang mampu mengembangkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian desa menuju kesejahteraan yang lebih baik.(KN/*)



