JEMBER - Persak Kebumen memastikan langkah ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Pasuruan United pada laga pamungkas Grup X di Stadion Notohadinegoro, Jember, Selasa, 16 Juni 2026. Hasil ini tetap mengantarkan Persak ke posisi dua klasemen akhir grup dan menjaga asa mereka untuk terus melaju di kompetisi nasional.
Kekalahan tersebut memang membuat Persak gagal mengakhiri fase grup dengan kemenangan, tetapi secara hitung-hitungan klasemen, tim asal Kebumen itu tetap aman. Pasuruan United keluar sebagai pemuncak Grup X dengan koleksi lima poin dari tiga pertandingan. Sementara Persak Kebumen menempati posisi kedua dengan empat poin dari tiga laga, unggul dari Persid Jember melalui aturan head to head.
Drama terjadi karena di laga lain Grup X, tuan rumah Persid Jember sukses menaklukkan Persiharjo Sukoharjo dengan skor 1-0. Hasil itu membuat Persid juga mengoleksi empat poin, sama seperti Persak. Namun, sesuai regulasi yang berlaku, Persak berhak menempati peringkat lebih atas karena menang atas Persid pada pertandingan pertama dengan skor 1-0. Keunggulan itulah yang menjadi pembeda dalam persaingan ketat di papan tengah klasemen akhir Grup X.
Dengan hasil tersebut, Persid Jember harus puas berada di bawah Persak meski sama-sama mengantongi empat poin. Adapun Persiharjo Sukoharjo menjadi wakil Jawa Tengah yang gagal melangkah lebih jauh setelah menutup fase grup di posisi terbawah. Kekalahan dari Persid memastikan langkah mereka terhenti di babak 32 besar dan tidak bisa bersaing dalam perebutan tiket 16 besar.
Pertandingan antara Persak dan Pasuruan United sendiri berjalan dalam tensi tinggi. Persak yang sebelumnya sempat memuncaki klasemen datang dengan target menjaga posisi aman, namun harus menghadapi perlawanan sengit dari Pasuruan United. Laga itu menjadi penentu akhir nasib grup, sehingga setiap peluang dan serangan berjalan dalam tekanan besar. Meski tampil ngotot, Persak akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui skor tipis 0-1.
Di sisi lain, pertandingan terakhir ini juga sempat diwarnai ketegangan sebelum laga digelar. Pasuruan United sebelumnya dikabarkan mempertimbangkan boikot karena kondisi lapangan Stadion Notohadinegoro yang dinilai kurang layak. Namun, setelah PSSI memberikan persetujuan untuk tetap menggunakan stadion tersebut, pertandingan akhirnya bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Situasi itu menambah warna drama di Grup X yang memang sejak awal sudah dipenuhi persaingan ketat antar peserta.
Bagi Persak Kebumen, hasil ini menjadi modal penting untuk melangkah ke fase berikutnya. Meski belum tampil sempurna, tim ini menunjukkan konsistensi dan daya saing tinggi sepanjang fase grup. Kemenangan atas Persid Jember menjadi penentu krusial yang akhirnya menyelamatkan posisi mereka di klasemen akhir. Dalam kompetisi seperti Liga 4 Nasional, detail kecil seperti head to head memang kerap menjadi pembeda yang sangat menentukan.
Sementara itu, kabar baik juga datang dari sesama wakil Jawa Tengah, Persibangga Purbalingga, yang lebih dulu memastikan lolos ke babak 16 besar Liga 4 Nasional. Dengan demikian, hanya dua wakil Jawa Tengah yang berhak melangkah ke fase berikutnya, yaitu Persibangga dan Persak Kebumen. Keduanya menjadi representasi daerah yang berhasil bertahan di tengah ketatnya persaingan antar tim dari berbagai provinsi.
Nasib berbeda dialami Persebi Boyolali. Tim tersebut harus menutup perjalanan di fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Persada NTT. Hasil itu membuat Persebi finis sebagai juru kunci di Grup U dan gagal melaju ke babak 16 besar. Sementara Persada NTT, meski berhasil menang, tetap tidak cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya karena hanya menempati posisi ketiga klasemen akhir grup tersebut.
Bagi Persak Kebumen, lolos ke 16 besar menjadi pencapaian penting yang patut diapresiasi. Selain menjaga peluang untuk bersaing lebih jauh, keberhasilan ini juga memperkuat posisi klub sebagai salah satu wakil Jawa Tengah yang mampu berbicara banyak di level nasional. Namun, karena masih ada kemungkinan evaluasi dan penyesuaian teknis dari penyelenggara, Persak kini tinggal menanti keputusan resmi dari PSSI terkait kelanjutan kompetisi dan jadwal fase berikutnya.
Kondisi klasemen yang sangat ketat di Grup X menunjukkan bahwa setiap pertandingan memiliki arti besar. Selisih satu gol, hasil head to head, dan kekuatan mental pemain benar-benar menjadi faktor penentu. Persak Kebumen kini bisa bernapas lega karena tiket 16 besar telah di tangan, meski perjuangan mereka jelas belum berakhir. Fokus berikutnya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa tampil lebih kuat saat memasuki babak sistem gugur.
Dengan lolosnya Persak ke 16 besar, publik Kebumen kini menaruh harapan besar pada perjalanan tim kebanggaan daerah tersebut. Dukungan suporter, kerja keras pemain, serta kesiapan manajemen akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di fase berikutnya. Persak telah membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level nasional, dan kini tinggal menunggu bagaimana langkah selanjutnya di bawah keputusan resmi PSSI.(KN/*)




