-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Lapangan Manunggal Gombong Disulap Jadi Pusat Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif, Revitalisasi Resmi Dimulai

6/19/2026 | 11:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-19T14:04:34Z

GOMBONG – Lapangan Manunggal Gombong resmi memasuki babak baru sebagai pusat kegiatan olahraga sekaligus ruang ekonomi kreatif berbasis sport tourism. Transformasi kawasan publik tersebut ditandai dengan pelaksanaan ground breaking atau peletakan batu pertama proyek renovasi yang dilakukan oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, serta masyarakat sekitar Gombong yang menyambut langsung dimulainya proyek strategis tersebut. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan warga menjadi penanda bahwa proyek ini tidak hanya bersifat pembangunan fisik, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.

Revitalisasi kawasan Lapangan Manunggal Gombong ini didanai melalui kombinasi anggaran murni dan anggaran perubahan dengan total nilai mencapai Rp7,29 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang olahraga, tetapi juga sebagai pusat interaksi ekonomi dan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa proyek revitalisasi ini sepenuhnya berangkat dari kebutuhan masyarakat akan fasilitas publik yang lebih layak, modern, dan inklusif. Ia menepis anggapan bahwa pembangunan infrastruktur ini dilandasi oleh pertimbangan subjektif tertentu.

“Pembangunan ini murni untuk kepentingan masyarakat luas. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan fasilitas publik yang merata dan berkualitas, tanpa membeda-bedakan wilayah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemerintah Kabupaten Kebumen akan melakukan peningkatan bertahap terhadap seluruh lapangan dan alun-alun di tingkat kecamatan, khususnya di wilayah perkotaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan infrastruktur ruang publik agar seluruh masyarakat memiliki akses yang setara terhadap fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau yang representatif.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Tri Mujiyanto, menjelaskan bahwa konsep yang diusung dalam revitalisasi ini adalah sport tourism, yaitu integrasi antara fasilitas olahraga, ruang publik, dan aktivitas ekonomi kreatif. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem baru di mana masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga dapat mengembangkan usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan tersebut.

Menurutnya, revitalisasi Lapangan Manunggal Gombong akan mengubah wajah kawasan menjadi lebih modern, fungsional, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. “Kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Ada ruang interaksi, ada ruang usaha, dan ada ruang hiburan yang terintegrasi,” jelas Tri Mujiyanto.

Proyek tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kerja dan dijadwalkan rampung pada Oktober 2026. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa pemanfaatan penuh kawasan tersebut baru akan dapat dinikmati masyarakat secara optimal pada awal tahun 2027, setelah seluruh tahapan pembangunan selesai 100 persen dan dilakukan penataan akhir.

Lingkup pekerjaan dalam proyek ini tergolong komprehensif dan mencakup berbagai fasilitas pendukung modern. Kawasan Lapangan Manunggal Gombong nantinya akan dilengkapi dengan Teras Manunggal dan food court sebagai pusat kuliner dan interaksi sosial masyarakat. Selain itu, akan dibangun kolam dan air mancur yang berfungsi sebagai elemen estetika sekaligus ikon visual kawasan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menghadirkan tugu dan landmark bertuliskan “Gombong” sebagai penanda identitas kawasan yang diharapkan menjadi daya tarik baru, baik bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Fasilitas olahraga seperti jogging track dan fitness outdoor juga akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan, sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan lebih nyaman dan representatif.

Untuk mendukung aktivitas komunitas dan seni, area panggung terbuka juga akan dibangun sebagai ruang ekspresi publik. Panggung ini dirancang untuk menampung berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, festival budaya, hingga kegiatan komunitas kepemudaan yang selama ini membutuhkan ruang publik yang memadai.

Di tengah dimulainya pembangunan ini, masyarakat sekitar Gombong menunjukkan respons yang cukup positif. Banyak warga menilai bahwa revitalisasi Lapangan Manunggal Gombong merupakan langkah tepat yang akan meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pedagang kecil dan pelaku usaha mikro juga berharap kawasan ini dapat menjadi pusat keramaian baru yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka.

Sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar secara signifikan. Mereka menilai bahwa selama proses pengerjaan berlangsung, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.


Dengan dimulainya proyek ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya dalam membangun ruang publik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada penguatan ekonomi lokal. Revitalisasi Lapangan Manunggal Gombong menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi wilayah berbasis sport tourism yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Lapangan Manunggal Gombong tidak hanya akan menjadi ikon baru di wilayah Kebumen bagian selatan, tetapi juga menjadi contoh pengembangan kawasan publik yang memadukan fungsi olahraga, rekreasi, dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update