Sejak dibuka pada 10 Juni 2026, Kutowinangun Expo berhasil menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga edukatif dan mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Beragam kompetisi kreatif digelar sepanjang rangkaian acara, mulai dari lomba rebana, lomba harmoni perangkat desa, hingga lomba mewarnai yang diikuti anak-anak dari berbagai sekolah.
Puncak kemeriahan berlangsung pada hari terakhir penyelenggaraan. Ribuan peserta memadati halaman Kantor Kecamatan Kutowinangun sejak pagi untuk mengikuti jalan sehat yang menjadi agenda penutup expo. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Peserta datang dari berbagai desa dengan mengenakan atribut masing-masing, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan jalan sehat tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kebumen itu disambut hangat oleh masyarakat yang telah menunggu sejak pagi hari. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Kutowinangun Expo 2026.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan expo tidak lepas dari kerja sama dan kolaborasi yang baik antara panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, serta dukungan penuh dari warga Kutowinangun.
“Expo ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial atau hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat ekonomi masyarakat, dan membangun optimisme bahwa produk lokal mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujar Bupati.
Ia juga mengapresiasi semangat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama expo berlangsung aktif mempromosikan produk unggulan masing-masing. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Selama pelaksanaan expo, puluhan stan berdiri di area kegiatan dengan menampilkan berbagai produk unggulan dari seluruh desa di Kecamatan Kutowinangun. Seluruh stan tersebut diisi oleh pelaku UMKM perwakilan dari 19 desa yang ada di wilayah kecamatan tersebut.
Beragam produk dipamerkan, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan, produk pertanian, hingga berbagai inovasi usaha kreatif masyarakat desa. Kehadiran stan UMKM menjadi salah satu daya tarik utama yang selalu ramai dikunjungi masyarakat setiap harinya.
Banyak pelaku usaha mengaku memperoleh manfaat besar dari kegiatan ini. Selain mampu meningkatkan penjualan selama expo berlangsung, mereka juga mendapatkan kesempatan memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Tema “Lokal Berdaya, Berkarya Mendunia” dinilai sangat relevan dengan semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut. Melalui expo, masyarakat diajak untuk semakin mencintai produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Selain menjadi sarana promosi UMKM, Kutowinangun Expo 2026 juga menghadirkan berbagai perlombaan yang mendapat respons positif dari masyarakat. Lomba rebana menjadi salah satu ajang yang menyedot perhatian karena menampilkan kreativitas kelompok seni dari berbagai desa. Sementara itu, lomba harmoni perangkat desa menjadi wadah mempererat kebersamaan antarperangkat desa melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan kompetitif.
Tidak kalah meriah, lomba mewarnai anak-anak turut menjadi magnet tersendiri bagi keluarga. Puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar dan taman kanak-kanak menunjukkan kreativitas mereka dalam suasana yang penuh keceriaan.
Pada acara penutupan, suasana semakin semarak ketika panitia membagikan berbagai doorprize kepada peserta jalan sehat. Beragam hadiah menarik disediakan, mulai dari mesin cuci, kulkas, printer, kipas angin, hingga berbagai hadiah hiburan lainnya.
Puncak pengundian doorprize terjadi ketika panitia mengumumkan hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik. Momen tersebut langsung disambut sorak-sorai peserta yang memadati area panggung utama. Banyak warga bertahan hingga akhir acara untuk menantikan pengundian hadiah yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam kegiatan jalan sehat.
Namun demikian, kemeriahan penutupan Kutowinangun Expo 2026 tidak hanya ditandai dengan kegiatan jalan sehat dan pembagian hadiah. Momentum penting lainnya adalah dilaksanakannya launching Program Kecamatan Berdaya yang diresmikan langsung oleh Bupati Kebumen.
Peresmian program tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di tingkat kecamatan. Program Kecamatan Berdaya dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa sebelum Kutowinangun, program tersebut telah lebih dahulu diterapkan di empat kecamatan yang ditunjuk sebagai pilot project, yakni Bonorowo, Sadang, Gombong, dan Sempor.
Dengan bergabungnya Kecamatan Kutowinangun, diharapkan konsep pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dan pemasaran produk lokal, tetapi juga mendorong sinergi antar desa agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut Bupati, setiap kecamatan memiliki potensi yang berbeda sehingga pendekatan pembangunan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Melalui Program Kecamatan Berdaya, pemerintah berupaya menghadirkan model pembangunan yang berangkat dari kekuatan lokal dan dikelola secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Potensi yang dimiliki desa harus menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, kita optimistis perekonomian daerah akan semakin tumbuh,” katanya.
Camat Kutowinangun juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya expo hingga berjalan sukses. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Berakhirnya Kutowinangun Expo 2026 menjadi penanda keberhasilan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mengangkat potensi daerah. Selama sembilan hari penyelenggaraan, expo tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan, menumbuhkan kreativitas, serta membangun optimisme terhadap masa depan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat “Lokal Berdaya, Berkarya Mendunia”, Kutowinangun Expo 2026 meninggalkan harapan besar bahwa produk dan potensi lokal mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Momentum peluncuran Program Kecamatan Berdaya pun diharapkan menjadi langkah nyata menuju terwujudnya kemandirian ekonomi desa yang terintegrasi dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Kebumen, khususnya di wilayah Kecamatan Kutowinangun.(KN/*)



