KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia remaja melalui program Gerakan Aksi Bergizi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengedukasi pelajar mengenai pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Kegiatan tersebut digelar di SMK Negeri 1 Karanggayam, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, jajaran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Disdikpora, Dinas Sosial P3A, Disdukcapil, Forkopimcam Karanggayam, serta pemerintah desa setempat.
Edukasi Gizi untuk Cegah Stunting Sejak Remaja
Kepala SMKN 1 Karanggayam, Heri Kurniadi, S.Pd., M.M., mengatakan sekolah merasa bangga dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Rangkaian kegiatan meliputi senam bersama, sarapan bergizi, konsumsi Tablet Tambah Darah, hingga pelayanan administrasi kependudukan berupa penyerahan KTP elektronik kepada siswa yang telah berusia 17 tahun.
"Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam pencegahan stunting sejak dini. Kami berharap siswa semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, kolaborasi lintas sektor ini juga diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan remaja, termasuk kekerasan," ujar Heri.
Dalam kesempatan tersebut, Heri juga mengungkapkan bahwa SMKN 1 Karanggayam akan kembali membuka Program Keahlian Teknik Geologi Pertambangan pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut sempat tidak menerima peserta didik baru karena keterbatasan tenaga pengajar.
Dengan hadirnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan guru tamu, sekolah optimistis jurusan tersebut dapat kembali mencetak lulusan yang kompeten di bidang pertambangan.
Angka Anemia Remaja di Kebumen Terus Menurun
Sekretaris Dinkes PPKB Kebumen, Ida Indrayani Achmal, menyampaikan bahwa berbagai program kesehatan remaja mulai menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data selama tiga tahun terakhir, prevalensi anemia pada remaja di Kabupaten Kebumen berhasil ditekan dari 38,5 persen menjadi 20,84 persen.
"Penurunan tersebut didukung oleh pelaksanaan program minum Tablet Tambah Darah secara rutin di sekolah. Selain itu, prevalensi Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada perempuan juga menurun menjadi 16,83 persen pada tahun 2025. Namun demikian, kita tetap harus mewaspadai peningkatan angka obesitas yang kini mencapai 1,19 persen," jelas Ida.
Ia menambahkan bahwa Gerakan Aksi Bergizi juga menjadi bagian dari implementasi Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam meningkatkan kesehatan sekaligus mendukung prestasi belajar siswa.
Bupati Lilis: Jangan Malas Bergerak dan Rutin Minum Tablet Tambah Darah
Dalam arahannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan motivasi kepada seluruh pelajar agar berani memiliki cita-cita tinggi tanpa memandang asal daerah.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
"Anak-anakku, kalian adalah masa depan Kabupaten Kebumen. Terutama bagi remaja putri, biasakan minum Tablet Tambah Darah seminggu sekali agar terhindar dari anemia. Jangan malas bergerak dan jangan hanya menghabiskan waktu bermain telepon genggam. Gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan diri," pesan Bupati.
Lilis juga memberikan apresiasi kepada siswa SMKN 1 Karanggayam yang menampilkan karya dalam peragaan busana dari Program Keahlian Tata Busana. Ia berharap kreativitas para pelajar terus berkembang hingga mampu menghasilkan produk-produk unggulan.
Tablet Tambah Darah Jadi Investasi Kesehatan Generasi Mendatang
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, menjelaskan bahwa anemia terjadi ketika kadar hemoglobin berada di bawah 12 gram per desiliter dan dapat menimbulkan gejala yang dikenal dengan istilah 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi serta prestasi belajar siswa.
"Minum Tablet Tambah Darah hari ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan. Remaja putri yang bebas anemia memiliki peluang lebih besar melahirkan generasi sehat dan terhindar dari risiko stunting. Gizi yang baik saat ini bahkan dapat memberikan dampak hingga tiga generasi berikutnya," jelas dr. Reza.
Ia juga mengingatkan agar Tablet Tambah Darah dikonsumsi setelah makan serta tidak diminum bersamaan dengan teh, kopi, maupun obat maag agar penyerapan zat besi berlangsung optimal.
Suasana edukasi berlangsung semakin interaktif ketika dr. Reza mengajak para siswa mengikuti kuis seputar kesehatan remaja. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan antusiasme belajar.
Melalui Gerakan Aksi Bergizi, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap kesadaran remaja terhadap pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik, dan pencegahan anemia semakin meningkat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kebumen.(KN/*)






