-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Tiga Hari Hilang di Laut, Petani Asal Ambal Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

9/05/2026 | 1:01 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T17:27:39Z
Kebumen – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut (laka laut) di perairan Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Dar (56), seorang petani asal Desa Gondanglegi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak tiga hari sebelumnya saat hendak menjaring ikan di laut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Kala itu, korban berangkat seorang diri menuju kawasan laut di wilayah Desa Entak untuk menjaring ikan, aktivitas yang sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Berdasarkan kebiasaan yang selama ini diketahui keluarga, korban semestinya sudah kembali ke rumah pada tengah malam. Namun hingga Kamis dini hari, sosok Dar tak kunjung menampakkan diri. Kekhawatiran pun muncul di kalangan keluarga, yang kemudian memutuskan untuk menyusul dan memeriksa langsung ke lokasi pantai.

Sesampainya di lokasi, Luki (24), anak korban yang juga menjadi saksi kunci dalam peristiwa ini, hanya mendapati sepeda motor dan sepasang sandal milik ayahnya tergeletak di tepi pantai tanpa keberadaan sang pemilik. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar dan perangkat Desa Gondanglegi guna ditindaklanjuti.

Operasi SAR Gabungan Diturunkan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen bersama unsur gabungan lainnya segera bergerak melakukan asesmen di lokasi kejadian. Koordinasi intensif turut dilakukan dengan Pemerintah Desa setempat, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), hingga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap untuk memperluas jangkauan pencarian.

Kepala Unit Siaga SAR Kebumen, Rowidin, mengungkapkan bahwa proses pencarian yang telah berlangsung hingga hari ketiga ini akhirnya menemukan titik terang setelah tim menerima informasi terkait keberadaan korban di tengah laut. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 2,22 mil laut atau setara tiga kilometer dari titik awal kejadian.

Korban Ditemukan Nelayan Setempat

Korban pertama kali ditemukan oleh awak Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau kapal nelayan bernama "Happy" yang tengah beraktivitas mencari ikan di perairan Pantai Brecong. Penemuan terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 08.20 WIB, tepatnya di lokasi berjarak kurang lebih 2,2 mil laut dari koordinat terakhir korban dilaporkan hilang.

Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan segera memverifikasi kebenaran temuan itu sebelum melakukan proses evakuasi. Jenazah korban selanjutnya dibawa menuju Pantai Heppii, sebelum akhirnya diserahterimakan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk proses selanjutnya.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan telah ditemukan dan dievakuasinya korban, Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini menggelar debriefing sebagai tahap akhir dari rangkaian pencarian. Operasi SAR terhadap kasus laka laut ini pun diusulkan untuk resmi ditutup, sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras selama proses pencarian berlangsung.
×
Berita Terbaru Update