LANGKAWI – Badan Pengelola Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) kembali menegaskan komitmennya di kancah global. Berpartisipasi dalam ajang bergengsi Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia pada September 2026, delegasi Kebumen sukses memperluas jejaring strategis dan mengunci kesepakatan kerja sama dengan sejumlah geopark dunia. Langkah diplomasi ini dirancang secara khusus untuk membawa manfaat nyata bagi pelestarian alam dan peningkatkan ekonomi masyarakat lokal Kebumen.
Delegasi yang diwakili oleh Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen, Dr. Ir. Chusni Ansori, dan Anggota Badan Pengelola, Supriyanto, memanfaatkan simposium ini sebagai arena penjajakan kolaborasi dan diskusi intensif.
Salah satu pencapaian utama dalam forum tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lenggong UGGp, Malaysia. Dokumen kerja sama strategis ini diteken langsung oleh Supriyanto atas nama Kebumen UGGp dan Mohamad Fitri Bin Hassan mewakili pengelola Lenggong UGGp. Prosesi ini turut disaksikan oleh Dr. Chusni Ansori dan Manager of Geopark Management Unit Lenggong UGGp, Mohd Noor Azam Bin Ismail.
Ruang lingkup kesepakatan kedua belah pihak mencakup pertukaran gagasan terkait konservasi warisan geologi, penelitian keanekaragaman hayati dan budaya, hingga kampanye promosi lintas negara melalui platform digital dan publikasi resmi.
Perluas Jejaring ke Jepang dan Serawak
Selain dengan Lenggong, delegasi Kebumen bergerak aktif membangun jembatan komunikasi dengan geopark lain di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan produktif digelar bersama Sarawak Delta Geopark untuk membahas peluang pertukaran pengalaman dalam hal pengembangan geowisata dan pemberdayaan ekonomi warga di sekitar kawasan konservasi.
Tak berhenti di situ, diskusi spesifik mengenai pengelolaan bentang alam karst—yang menjadi salah satu daya tarik utama Kebumen—juga dilakukan bersama Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UGGp dari Jepang. Pertemuan ini membuka wawasan baru mengenai edukasi wisata karst serta strategi penguatan peran masyarakat sipil. Delegasi juga menindaklanjuti komunikasi langsung dengan Geopark Kinabalu untuk mematangkan draf MoU yang telah dirintis sebelum simposium berlangsung.
Menurut Dr. Chusni Ansori, terbangunnya konektivitas antarnegara merupakan elemen vital bagi keberlanjutan sebuah geopark.
“Pertemuan ini membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan warisan geologi, konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan geowisata berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, setiap pengelola dapat saling berbagi pengetahuan dan praktik baik yang bisa diadaptasi sesuai karakter wilayah kita,” jelas Chusni.
Dampak Nyata bagi Masyarakat Kebumen
Kiprah internasional Geopark Kebumen di APGN 2026 bukan sekadar seremonial belaka, melainkan dirancang untuk memberikan efek domino bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kebumen.
Supriyanto menjelaskan bahwa MoU dan jejaring yang terbangun menitikberatkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal. Terdapat kesepakatan untuk menggelar program pendidikan dan komunikasi silang yang melibatkan langsung para pelajar, pemuda, kelompok perempuan, hingga pemandu wisata lokal (local guide) di Kebumen.
Melalui transfer ilmu dari geopark maju di Jepang dan Malaysia, para pemandu wisata dan pelaku UMKM di Kebumen akan mendapatkan wawasan baru mengenai cara mengemas geowisata berstandar internasional. Edukasi terkait pengelolaan kawasan karst dari Miné-Akiyoshidai, misalnya, dapat diaplikasikan untuk merawat kawasan karst Gombong Selatan sekaligus menjadikannya magnet wisata yang ramah lingkungan.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas pariwisata ini diproyeksikan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara ke Kebumen. Hal tersebut akan bermuara pada terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat lokal, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa. Bagi Kebumen, simposium ini adalah gerbang untuk membawa potensi lokal bersinar di mata dunia, sekaligus membawa keahlian dunia untuk membangun daerah.




