-->

Notification

×

Pasang Iklan

Kaos Kaki

Pasang Iklan

Kaos Kaki

LTN NU Kebumen Gelar Workshop Jurnalistik di Ponpes Al-Kahfi Somalangu, Bekali Santri Hadapi Era Digital

7/04/2026 | 12:15 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-05T05:16:32Z

KEBUMEN – Upaya meningkatkan literasi digital dan kemampuan jurnalistik di kalangan santri terus diperkuat. Salah satunya melalui Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, pada Sabtu-Minggu, 4–5 Juli 2026.

Mengusung tema "Menyemai Khidmah, Mempublikasikan Maslahah", kegiatan yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu ini menjadi ruang belajar bagi santri dan kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengasah keterampilan jurnalistik sekaligus memahami peran penting media dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan bertanggung jawab.

Sekitar 80 peserta mengikuti workshop tersebut. Mereka berasal dari perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Kebumen, lembaga dan badan otonom (Banom) NU, santri Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, hingga peserta dari sejumlah pondok pesantren lainnya di Kebumen.

Ketua LTN NU Kebumen, Benny Kurniawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam mempersiapkan kader yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan media digital yang terus mengalami perubahan.

Menurutnya, kemampuan jurnalistik kini menjadi kompetensi yang penting dimiliki oleh santri dan kader NU. Selain dapat mendokumentasikan berbagai kegiatan organisasi dan pesantren, keterampilan tersebut juga menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang benar serta memperkuat dakwah Islam yang moderat.

"Melalui workshop ini kami ingin melahirkan kader-kader media yang memiliki kemampuan jurnalistik, memahami etika pers, serta mampu mempublikasikan berbagai kegiatan dan kemaslahatan yang dilakukan NU maupun pesantren," ujar Benny saat membuka kegiatan, Sabtu (4/7/2026).

Ia menambahkan, perkembangan media digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, informasi dapat disebarluaskan dengan cepat kepada masyarakat. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga memunculkan persoalan berupa penyebaran berita bohong, disinformasi, hingga konten yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Karena itu, menurut Benny, kader NU perlu memiliki kemampuan memproduksi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga media tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga menjadi instrumen edukasi bagi masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik, mulai dari pemahaman dasar mengenai dunia pers hingga praktik membuat karya jurnalistik.

Materi yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip dasar jurnalistik, teknik peliputan lapangan, wawancara, penulisan berita, penyusunan konten digital, hingga pengelolaan media yang sesuai dengan kode etik jurnalistik dan standar kerja pers profesional.

Peserta juga diajak memahami bagaimana menghasilkan berita yang faktual, berimbang, serta mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat di era digital.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang media massa dan jurnalistik. Mereka adalah Direktur Utama NU Online, Hamzah Sahal, Redaktur NU Online Jawa Tengah Kendi Setiawan, wartawan senior Kebumen Wardopo, Ketua LTN NU Kebumen Benny Kurniawan, serta Sekretaris LTN NU Kebumen Arif Widodo.

Melalui pengalaman para narasumber tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai praktik jurnalistik di lapangan, tantangan media digital, hingga pentingnya menjaga integritas dan akurasi dalam setiap pemberitaan.

Selain meningkatkan keterampilan individu, workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem media di lingkungan Nahdlatul Ulama. LTN NU Kebumen berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan jaringan kontributor media NU yang aktif di berbagai wilayah, sehingga berbagai aktivitas organisasi, pesantren, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan dapat terdokumentasi dan dipublikasikan secara lebih luas.

Keberadaan media yang dikelola secara profesional juga dinilai penting untuk memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan nilai moderasi, toleransi, serta persatuan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Di sisi lain, penguatan literasi digital juga diharapkan mampu membangun kesadaran peserta agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial maupun platform digital lainnya. Kemampuan memilah informasi, melakukan verifikasi, serta menyajikan berita berdasarkan fakta menjadi bekal penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di era internet.

Melalui kolaborasi antara LTN NU Kebumen dan Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu ini, penyelenggara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan jurnalistik, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing.

Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang positif, menangkal hoaks dan disinformasi, serta memperkuat peran media sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen NU dalam membangun budaya literasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi yang terus bergerak dinamis.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update