KEBUMEN – Kebakaran hebat melanda tempat pembuangan sampah liar di sisi barat Makam Singapatra, Dukuh Kebumen, Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen, pada Kamis (9/7/2026). Kobaran api yang dipicu tumpukan sampah kemudian meluas ke area lahan kering hingga mencapai sekitar tiga hektare. Di hari yang sama, petugas juga menangani kebakaran lahan pekarangan warga di Desa Pejagoan. Berkat kerja sama berbagai unsur, kedua kejadian tersebut berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB. Asap tebal terlihat membumbung dari tumpukan sampah liar yang berada di kawasan barat Makam Singapatra.
"Awalnya sejumlah peziarah berusaha memadamkan api menggunakan air dari sumur di sekitar lokasi. Namun karena banyak material mudah terbakar, kobaran api justru semakin membesar," ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Jumat (10/7/2026).
Kondisi cuaca yang kering disertai embusan angin cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke lahan di sekitarnya. Melihat situasi semakin membahayakan, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran dan Polsek Kebumen. Empat Tim pemadam bergerak menuju lokasi dan mendapat dukungan personel dari Relawan Pemadam kebakaran.
Selain petugas pemadam kebakaran, proses penanganan juga melibatkan personel Polsek Kebumen, BPBD Kabupaten Kebumen, perangkat kelurahan, serta masyarakat sekitar. Untuk menjamin ketersediaan air selama operasi pemadaman, BPBD Kabupaten Kebumen mengerahkan tiga unit mobil tangki air sebagai pendukung di lapangan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran menjelaskan sampah yang menumpuk dan cukup luas dan banyaknya material kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
"Fokus utama kami adalah menghentikan laju api agar tidak merembet ke area yang lebih luas maupun mendekati permukiman warga. Dukungan personel dari beberapa pos pemadam dan suplai air dari BPBD sangat membantu mempercepat penanganan," jelasnya.
Saat proses pemadaman di Kelurahan Kebumen masih berlangsung, sekitar pukul 19.30 WIB petugas kembali menerima laporan adanya kebakaran lahan pekarangan warga di RT 03 RW 07, Dukuh Legok, Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan.
Lokasi kebakaran berada sekitar 60 meter dari permukiman warga atau di seberang barat Sungai Luk Ulo. Karena akses menuju titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam, petugas BPBD melakukan penanganan menggunakan mesin pompa portable (alkon) untuk mengalirkan air menuju lokasi kebakaran.
Koordinasi yang baik antarinstansi membuat kedua lokasi kebakaran dapat ditangani secara bersamaan. Setelah melakukan pemadaman dan pendinginan selama beberapa jam, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam dua peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran menjadi peringatan akan tingginya risiko kebakaran lahan selama musim kemarau.
Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah tanpa pengawasan. Jika memang harus membakar, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi sehingga tidak memicu kebakaran yang lebih besar," tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Sementara itu, pihak Damkar dan BPBD Kabupaten Kebumen juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Warga diimbau menghindari pembakaran sampah maupun rumput kering di lahan terbuka, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.
"Langkah sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dapat mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. Kesadaran bersama menjadi kunci untuk melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat," ujar petugas Damkar.(KN/*)





