KEBUMEN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pancautama, Desa Poncowarno, Kecamatan Poncowarno, terus menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian terpadu. Dengan mengandalkan budidaya cabai yang dipadukan dengan sistem tumpangsari ikan nila, BUMDes berhasil memanfaatkan lahan secara lebih produktif sekaligus membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi desa.
Program ketahanan pangan berbasis desa tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Warga dilibatkan dalam proses budidaya mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga masa panen, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.
Ketua pengelola BUMDes menjelaskan, lahan cabai yang dikelola saat ini mampu menghasilkan panen rata-rata antara 1 hingga 3 kuintal setiap kali masa panen. Hasil tersebut dinilai cukup baik mengingat tanaman cabai merupakan komoditas yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan serangan hama.
Selain membudidayakan cabai, BUMDes juga menerapkan sistem usaha terpadu dengan memanfaatkan lahan yang sama untuk budidaya ikan nila. Konsep tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan sekaligus memberikan sumber pendapatan dari dua sektor yang berbeda.
"Melalui pola usaha terpadu, nilai ekonomi lahan menjadi lebih tinggi dibandingkan jika hanya digunakan untuk satu jenis usaha. Selain menghasilkan cabai, masyarakat juga memperoleh manfaat dari budidaya ikan nila," ujar pengelola BUMDes.
Keberhasilan tersebut tidak diraih tanpa tantangan. Pada tahun lalu, perubahan cuaca yang cukup ekstrem sempat menjadi kendala dalam proses budidaya. Intensitas hujan yang tinggi diselingi cuaca panas menyebabkan petani harus bekerja lebih keras menjaga kesehatan tanaman.
Meski demikian, produktivitas lahan tetap dapat dipertahankan. Pengelola melakukan berbagai penyesuaian dalam pola perawatan tanaman, termasuk pengaturan jadwal penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit agar tanaman tetap tumbuh optimal.
Keberhasilan menjaga hasil panen di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi bukti bahwa pengelolaan pertanian yang baik mampu meningkatkan ketahanan usaha masyarakat desa.
Tidak berhenti pada budidaya cabai, BUMDes Pancautama kini mulai mengembangkan komoditas baru berupa tanaman melon. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha agar sumber pendapatan desa tidak hanya bergantung pada satu komoditas.
Tanaman melon dipilih karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Permintaan buah segar terus meningkat, sementara nilai jualnya relatif stabil sehingga diharapkan dapat menjadi tambahan pendapatan bagi BUMDes maupun masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya.
Kepala Desa Poncowarno, Dwi Uji Siswanto, mengapresiasi perkembangan yang berhasil dicapai oleh BUMDes Pancautama. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus BUMDes, pemerintah desa, serta masyarakat yang memiliki komitmen membangun ekonomi desa secara mandiri.
Ia menilai program budidaya cabai menjadi contoh nyata bagaimana potensi desa dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Permintaan pasar relatif stabil sehingga memiliki peluang usaha yang cukup besar apabila dikelola dengan baik," ujarnya.
Menurut Dwi Uji Siswanto, keberadaan BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bagi masyarakat mengenai pengelolaan usaha pertanian yang lebih modern dan efisien. Melalui program tersebut, warga memperoleh pengalaman dalam budidaya, manajemen usaha, hingga pemasaran hasil panen.
Ia berharap pengembangan usaha pertanian terpadu dapat terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang terlibat. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh pengelola BUMDes, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Program yang dijalankan BUMDes Pancautama juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Pemanfaatan lahan secara optimal menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat desa.
Ke depan, Pemerintah Desa Poncowarno berkomitmen untuk terus mendukung inovasi yang dilakukan BUMDes, termasuk pengembangan komoditas baru dan peningkatan kualitas hasil pertanian. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, diharapkan Desa Poncowarno dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Keberhasilan panen cabai dengan produksi mencapai 1 hingga 3 kuintal setiap masa panen menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal yang dilakukan secara profesional mampu memberikan nilai tambah bagi desa. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga, inovasi usaha terpadu seperti yang dikembangkan BUMDes Pancautama menjadi model pembangunan ekonomi desa yang layak dikembangkan di berbagai wilayah lainnya.(KN/*)


.png)

.png)

