KEBUMEN – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian Jembatan Garuda di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jumat (10/7/2026).
Peresmian dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dan dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Desa Blengorkulon Kuwat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Peresmian Jembatan Garuda menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kebumen. Infrastruktur tersebut dibangun melintasi Sungai Sidandang dengan konstruksi beton sepanjang 15 meter dan lebar 2 meter. Kehadirannya menggantikan akses lama yang sudah mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Prosesi peresmian diawali dengan penandatanganan pita sebagai simbol resmi dibukanya jembatan untuk digunakan masyarakat. Suasana penuh semangat terlihat dari warga yang telah lama menantikan akses penghubung yang lebih aman dan layak.
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah.
Menurutnya, TNI tidak hanya memiliki tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berperan aktif membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.
"Hari ini kita meresmikan Jembatan Garuda. Ini merupakan program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita berharap jembatan ini mampu menyatukan wilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Kebumen," ujar Danrem.
Ia menjelaskan, Kabupaten Kebumen menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian dalam program pembangunan Jembatan Garuda. Dari total sepuluh titik pembangunan yang direncanakan, lima titik telah selesai dikerjakan dan mulai dimanfaatkan masyarakat, sedangkan lima titik lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Program tersebut diharapkan mampu membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat oleh kondisi geografis maupun keterbatasan infrastruktur, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, aman, dan efisien.
Keberadaan Jembatan Garuda di Desa Blengorkulon diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.000 warga. Jembatan ini menghubungkan Desa Blengorkulon di Kecamatan Ambal dengan Desa Wirogaten di Kecamatan Mirit, sehingga memperpendek waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.
Selain mempermudah akses transportasi, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting bagi para petani dalam mengangkut hasil panen menuju pusat distribusi maupun pasar. Anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi kawasan tersebut kini juga memiliki akses yang lebih aman dibandingkan sebelumnya.
Danrem berharap seluruh masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Keberhasilan pembangunan tidak berhenti saat diresmikan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga fasilitas ini sehingga tetap berfungsi dengan baik untuk generasi berikutnya," pesannya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, TNI, dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Jembatan Garuda.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Kebumen melalui program pembangunan jembatan tersebut.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Kebumen mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah membantu masyarakat kami dengan membangun Jembatan Garuda di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal. Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden," ujar Lilis.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Garuda memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, keberadaan jembatan juga mempercepat aktivitas ekonomi dan memperlancar mobilitas antarwilayah.
Bupati menilai akses yang semakin baik akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat pelayanan masyarakat, hingga mendukung sektor pendidikan karena siswa dapat menuju sekolah dengan lebih aman dan nyaman.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kebumen. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut sehingga berbagai kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap.
Bagi warga Desa Blengorkulon maupun Desa Wirogaten, Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua wilayah. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan publik, serta percepatan pembangunan ekonomi di kawasan selatan Kabupaten Kebumen.
Dengan mulai difungsikannya Jembatan Garuda, mobilitas ribuan warga kini menjadi lebih lancar. Aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan sosial diperkirakan akan semakin berkembang seiring terbukanya akses transportasi yang lebih baik.
Pemerintah bersama TNI berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus berlanjut di berbagai wilayah lain sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Kehadiran Jembatan Garuda menjadi bukti bahwa sinergi antara negara, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.(KN/*)



