-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Prabowo dan Mahmoud Abbas Bahas Situasi Palestina Lewat Sambungan Telepon

6/15/2026 | 5:13 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T10:14:23Z

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin malam, 15 Juni 2026, di Jakarta. Percakapan kedua kepala negara itu membahas perkembangan terkini di Palestina sekaligus menegaskan kembali hubungan erat antara Indonesia dan Palestina dalam perjuangan kemanusiaan serta kemerdekaan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dalam percakapan tersebut Mahmoud Abbas memaparkan situasi terbaru di Palestina. Ia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan nyata Indonesia kepada rakyat Palestina yang selama ini terus diperlihatkan dalam berbagai bentuk bantuan dan sikap politik.

“Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan perkembangan terkini di Palestina serta menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan nyata Indonesia kepada rakyat Palestina,” ujar Teddy.

Dalam pembicaraan itu, Mahmoud Abbas juga berharap Indonesia tetap memainkan peran aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurut Abbas, posisi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki arti penting dan menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional, terutama karena sikap Indonesia yang selama ini konsisten membela hak-hak rakyat Palestina.

Prabowo sendiri bukan sosok yang baru dalam isu Palestina. Sejak masih menjabat sebagai menteri pertahanan, ia dikenal aktif menunjukkan dukungan nyata terhadap rakyat Palestina melalui berbagai langkah kemanusiaan. Dukungan itu antara lain diwujudkan dalam pengiriman logistik melalui udara dan laut, pengiriman kapal rumah sakit, serta tenaga kesehatan untuk membantu penanganan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Selain bantuan langsung, Indonesia juga menunjukkan komitmen solidaritasnya melalui pemberian kesempatan pendidikan bagi 100 anak Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan (Unhan). Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk dukungan jangka panjang Indonesia dalam membangun masa depan generasi muda Palestina melalui pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sikap politik Indonesia terhadap Palestina juga terus disuarakan secara tegas dalam berbagai forum internasional. Indonesia tidak hanya menyampaikan dukungan dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga aktif menyuarakan sikapnya di forum ASEAN dan BOP. Dalam setiap kesempatan, Indonesia menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk penindasan serta terus mendorong solusi damai yang adil bagi rakyat Palestina.

Menanggapi pembicaraan dengan Presiden Mahmoud Abbas, Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia juga mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan bermartabat sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Komitmen itu sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara yang sejak awal konsisten memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa yang tertindas.

Dukungan Indonesia kepada Palestina juga merupakan amanat konstitusi sekaligus cerminan dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif namun tetap berpihak pada kemerdekaan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia. Dalam konteks itu, percakapan antara Prabowo dan Mahmoud Abbas menjadi penegasan kembali bahwa Indonesia tidak akan berhenti berdiri bersama rakyat Palestina.

Hubungan kedua negara selama ini memang terjalin kuat bukan hanya dalam ranah diplomasi, tetapi juga dalam solidaritas kemanusiaan. Dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina telah lama mengakar dalam kesadaran publik dan menjadi bagian dari sikap kebangsaan yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, komunikasi langsung antara Prabowo dan Mahmoud Abbas dinilai semakin memperkuat pesan bahwa Indonesia tetap konsisten pada posisi moral dan politiknya.

Melalui sambungan telepon tersebut, Indonesia kembali menegaskan bahwa dukungan kepada Palestina bukan sekadar respons sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan yang lahir dari keyakinan terhadap pentingnya keadilan, kemerdekaan, dan martabat kemanusiaan. Dengan sikap itu, Indonesia tetap menjadi salah satu suara penting di dunia internasional dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update