-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Persak Kebumen dan Pasuruan United Ajukan Keberatan, Minta PSSI Tinjau Ulang Kelayakan Stadion Notohadinegoro Jember

6/14/2026 | 11:30 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T10:02:35Z

Kebumen – Menjelang bergulirnya pertandingan babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, muncul sorotan terhadap kesiapan venue pertandingan yang akan digunakan. Persak Kebumen dan Pasuruan United secara resmi mengajukan surat keberatan kepada Ketua Umum PSSI terkait kondisi Stadion Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan kedua tim.

Laga antara Pasuruan United dan Persak Kebumen sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 15.15 WIB. Namun, hanya dua hari sebelum pertandingan digelar, kedua klub justru mengambil langkah administratif dengan menyampaikan keberatan resmi kepada federasi dan panitia penyelenggara kompetisi.

Keberatan tersebut berangkat dari hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan masing-masing tim terhadap kondisi stadion, khususnya kualitas lapangan pertandingan yang dinilai belum memenuhi standar ideal untuk menggelar laga kompetitif tingkat nasional.

Manajemen Persak Kebumen menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi lapangan Stadion Notohadinegoro. Dalam surat resmi bernomor 049/PERSAK/VI/2026 tertanggal 14 Juni 2026, klub asal Kabupaten Kebumen itu menjelaskan bahwa hasil pengamatan tim menemukan sejumlah permasalahan pada permukaan lapangan.

Beberapa bagian lapangan disebut mengalami kerusakan dan memiliki kontur yang tidak rata. Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi kualitas permainan serta berpotensi meningkatkan risiko cedera bagi para pemain yang bertanding.

Menurut manajemen Persak, lapangan yang tidak memenuhi standar tidak hanya berdampak pada aspek teknis pertandingan, tetapi juga menyangkut keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

Sebagai bentuk dukungan atas keberatan yang diajukan, Persak Kebumen turut melampirkan dokumentasi berupa rekaman video kondisi lapangan. Bukti visual tersebut disertakan dalam surat resmi dan dapat diakses melalui tautan penyimpanan digital yang telah disampaikan kepada pihak terkait.

Manajemen Persak menilai bahwa kondisi lapangan merupakan salah satu faktor fundamental dalam pelaksanaan pertandingan sepak bola. Lapangan yang baik tidak hanya menunjang kualitas permainan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga prinsip fair play yang selama ini dijunjung tinggi dalam setiap kompetisi resmi.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum Persak Kebumen, H. Muhammad Tursino, SE, dan Manajer Arif Budiman, SH, klub menegaskan bahwa keselamatan seluruh unsur pertandingan harus menjadi perhatian utama.

“Keselamatan pemain, ofisial, perangkat pertandingan, dan kelancaran kompetisi harus menjadi prioritas utama,” demikian salah satu poin yang tercantum dalam surat keberatan tersebut.

Persak juga meminta agar PSSI dan panitia penyelenggara Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 tidak mengabaikan aspek kelayakan stadion hanya demi mengejar jadwal pertandingan yang telah ditetapkan. Menurut mereka, kualitas kompetisi harus tetap berjalan beriringan dengan standar keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta.

Sikap serupa juga ditunjukkan Pasuruan United. Klub asal Jawa Timur tersebut turut mengirimkan surat resmi bernomor 177/PU/VI/2026 yang berisi permohonan agar panitia mempertimbangkan pemindahan lokasi pertandingan.

Dalam surat yang ditandatangani Manajer Pasuruan United, Troh Mucharom, pihak klub mengemukakan sejumlah alasan yang menjadi dasar keberatan mereka terhadap penggunaan Stadion Notohadinegoro sebagai venue pertandingan babak 32 besar.

Poin pertama berkaitan dengan kondisi lapangan yang dianggap belum memenuhi standar kelayakan dan keselamatan untuk pertandingan kompetitif. Permukaan lapangan yang kurang baik dinilai dapat mempengaruhi jalannya pertandingan sekaligus meningkatkan risiko cedera pemain.

Alasan kedua menyangkut fasilitas pendukung stadion yang menurut Pasuruan United masih memerlukan sejumlah pembenahan. Fasilitas pendukung merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pertandingan karena berkaitan dengan kenyamanan tim, ofisial, perangkat pertandingan, hingga penonton.

Sementara alasan ketiga adalah kebutuhan penyelenggaraan pertandingan yang lebih representatif dan sesuai dengan regulasi kompetisi nasional. Pasuruan United menilai bahwa seluruh peserta berhak mendapatkan fasilitas pertandingan yang layak agar kualitas kompetisi tetap terjaga.

Meskipun berasal dari dua daerah berbeda dan akan saling berhadapan di lapangan, Persak Kebumen dan Pasuruan United memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya standar venue pertandingan. Kedua klub sepakat bahwa aspek keselamatan dan kualitas penyelenggaraan harus menjadi prioritas utama.

Atas dasar tersebut, kedua tim meminta PSSI dan panitia pelaksana untuk segera melakukan inspeksi ulang terhadap kondisi Stadion Notohadinegoro sebelum pertandingan dilaksanakan. Pemeriksaan ulang dianggap penting guna memastikan bahwa lapangan dan fasilitas stadion benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan dalam regulasi kompetisi.

Jika hasil inspeksi menunjukkan adanya kekurangan yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan, kedua klub meminta panitia mempertimbangkan pemindahan lokasi pertandingan ke stadion alternatif yang lebih layak.

Permintaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan satu tim tertentu, tetapi demi menjaga kualitas pertandingan secara keseluruhan. Dengan venue yang memenuhi standar, kedua tim dapat bertanding secara maksimal dan fokus pada aspek teknis tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi lapangan.

Langkah yang diambil Persak Kebumen juga dilakukan melalui jalur administratif yang lengkap. Selain dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI, surat keberatan tersebut turut ditembuskan kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, Ketua Panitia Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, serta Match Commissioner pertandingan nomor 143.

Tembusan tersebut menunjukkan keseriusan Persak dalam menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan bahwa seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan kompetisi mengetahui kondisi yang menjadi perhatian kedua klub.

Situasi ini menjadi perhatian tersendiri karena terjadi menjelang pertandingan yang tinggal menghitung jam. Biasanya fokus kedua tim pada fase seperti ini adalah persiapan strategi, pematangan taktik, dan menjaga kondisi fisik pemain. Namun kali ini perhatian justru tertuju pada kesiapan venue pertandingan.

Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 belum memberikan tanggapan resmi terkait surat keberatan yang diajukan Persak Kebumen maupun Pasuruan United. Belum ada pernyataan mengenai hasil evaluasi kondisi stadion maupun kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan.

Ketiadaan keputusan resmi tersebut membuat kepastian lokasi pertandingan masih menjadi tanda tanya. Sementara jadwal laga antara Pasuruan United dan Persak Kebumen tetap tercantum akan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 15.15 WIB.

Publik sepak bola kini menantikan langkah yang akan diambil oleh PSSI dan panitia penyelenggara. Keputusan yang diambil nantinya tidak hanya menentukan lokasi pertandingan babak 32 besar, tetapi juga menjadi tolok ukur komitmen penyelenggara dalam menjaga standar keselamatan, profesionalisme, dan kualitas kompetisi nasional.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas penyelenggaraan sepak bola Indonesia, berbagai pihak berharap setiap pertandingan dapat berlangsung di stadion yang memenuhi standar teknis dan keselamatan. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya berjalan sesuai jadwal, tetapi juga mampu menghadirkan pertandingan yang berkualitas, adil, dan aman bagi seluruh peserta yang terlibat.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update