KEBUMEN – Sebanyak 42 perusahaan dan mitra ketenagakerjaan membuka lebih dari 7.000 lowongan pekerjaan dalam ajang Global Talent Day, Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 yang berlangsung di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen pada 25–26 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan, lembaga pelatihan, serta mitra penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri.
Ribuan peluang kerja yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor industri dengan tujuan penempatan di dalam negeri maupun sejumlah negara tujuan kerja internasional. Selain menjadi bursa kerja, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan sesuai ketentuan pemerintah.
Global Talent Day secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, A. Muhaimin Iskandar, Kamis (25/6/2026). Turut hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alfa Edison, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Nur Hidayat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, jajaran Forkopimda Kebumen, anggota DPRD Jawa Tengah, serta para kepala dinas tenaga kerja dari wilayah Barlingmascakeb.
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa pasar kerja global saat ini memberikan peluang yang sangat besar bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya generasi muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan Global Talent Day menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi, termasuk memperkuat tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia.
"Salah satu tujuan dari acara Global Talent Day ini adalah terbangunnya ekosistem kesempatan kerja sekaligus ekosistem para pekerja migran yang bekerja ke luar negeri dengan sempurna," ujar Muhaimin.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu tersedia sekitar 653 ribu lowongan pekerjaan di luar negeri. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 296 ribu posisi yang berhasil terisi. Data tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di berbagai negara.
Muhaimin menjelaskan, banyak negara maju saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja usia produktif, sementara Indonesia memiliki bonus demografi yang dapat menjadi modal besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan berupa terbatasnya informasi, pelatihan, serta pemahaman masyarakat mengenai mekanisme bekerja di luar negeri yang benar.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat jalur resmi penempatan pekerja migran agar setiap calon pekerja memperoleh perlindungan hukum sejak proses rekrutmen hingga bekerja di negara tujuan.
"Kita juga tidak ingin ada pekerja migran yang tidak melalui prosedur yang memiliki sistem yang teruji. Sehingga tidak lagi ada pekerja migran yang bekerja ke luar negeri tanpa melalui persiapan yang memadai," tegasnya.
Muhaimin menambahkan, setiap calon pekerja migran harus memegang tiga prinsip utama sebelum berangkat, yakni resmi, terampil, dan terlindungi. Selain menghasilkan remitansi bagi keluarga dan daerah, pekerja migran juga membawa pulang pengalaman, keterampilan, serta jejaring internasional yang dapat menjadi modal pembangunan di daerah asal.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan bahwa pekerjaan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
"Tahun ini kegiatan diikuti oleh 42 perusahaan dan mitra ketenagakerjaan yang menyediakan berbagai peluang kerja baik di dalam maupun di luar negeri," kata Lilis.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor ketenagakerjaan. Saat ini tingkat pengangguran terbuka maupun angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah dan nasional. Meski demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi fokus utama agar masyarakat mampu bersaing di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
Lilis mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, seperti keterampilan kerja, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat belajar sepanjang hayat agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Melalui penyelenggaraan PMI Expo 2026, masyarakat juga memperoleh informasi langsung mengenai peluang bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan prosedural. Menurutnya, bekerja di luar negeri dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga apabila dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
"Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia. Komitmen ini kami wujudkan melalui berbagai program dan kerja sama dengan banyak pihak," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Global Talent Day menghadirkan lebih banyak pilihan negara tujuan kerja, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai peluang kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing talenta Indonesia di pasar kerja global.
Selain menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 juga diharapkan menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing, baik di pasar kerja nasional maupun internasional.(KN/*)




