-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Bupati Kebumen Hadiri Merdi Bumi Desa Bojongsari, Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Bangun Desa

6/26/2026 | 10:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T14:53:49Z

KEBUMEN – Suasana penuh kebersamaan mewarnai peringatan Merdi Bumi Sesarengan Mbangun Desa yang digelar masyarakat Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, di halaman kios desa, Jumat (26/6/2026). Tradisi tahunan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diterima sekaligus momentum mempererat persatuan warga dalam mendukung pembangunan desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran pemerintah daerah, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara sejak sore hari.

Merdi Bumi merupakan salah satu tradisi yang masih dijaga masyarakat Desa Bojongsari sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi bagian dari identitas masyarakat, tradisi ini juga menjadi ruang berkumpulnya warga untuk memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan tahlil sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi desa beserta seluruh warganya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim. Aksi sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang telah lama tumbuh di Desa Bojongsari.

Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi daya tarik tersendiri. Pertunjukan seni tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Jawa agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi masyarakat Desa Bojongsari yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Merdi Bumi. Menurutnya, keberlangsungan tradisi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai, tradisi budaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas sebagai media mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

"Tradisi seperti Merdi Bumi menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dijaga. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini mampu mempererat persaudaraan serta membangun semangat kebersamaan dalam memajukan desa," ujar Lilis Nuryani.

Mengusung tema "Sesarengan Mbangun Desa", Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan saling membantu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya. Dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan yang dihadapi desa akan lebih mudah diselesaikan.

"Desa akan semakin maju apabila masyarakatnya kompak, peduli terhadap sesama, dan bersama-sama menjaga budaya yang menjadi identitas daerah. Gotong royong adalah modal sosial yang sangat berharga untuk mendukung pembangunan," katanya.

Lilis juga berharap tradisi Merdi Bumi dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Kebumen. Menurutnya, pelestarian budaya lokal memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjadi potensi yang dapat mendukung sektor pariwisata berbasis budaya.

Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan dalam perayaan tersebut menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan modern. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Semangat kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan Merdi Bumi diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi positif dalam membangun Desa Bojongsari. Melalui budaya, kepedulian sosial, dan gotong royong, masyarakat diyakini mampu menciptakan lingkungan yang harmonis sekaligus mendorong kemajuan desa secara berkelanjutan.

Peringatan Merdi Bumi tahun ini pun kembali menegaskan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga tentang menjaga nilai-nilai sosial, memperkuat persatuan, serta melestarikan budaya yang menjadi jati diri masyarakat.(KN/*)
×
Berita Terbaru Update