Kebumen — Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menghadiri kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam mendukung layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam agenda itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya jaminan kesehatan bagi relawan dan tenaga pendukung MBG agar mereka dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa terbebani risiko kesehatan yang sewaktu-waktu dapat muncul selama menjalankan aktivitas pelayanan.
Wakil Bupati Zaeni Miftah menyampaikan bahwa keberadaan relawan SPPG memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, terutama kelompok sasaran yang membutuhkan perhatian khusus.
Menurutnya, relawan bukan sekadar pelengkap program, tetapi menjadi ujung tombak dalam memastikan distribusi pelayanan dan implementasi program berjalan sesuai tujuan. Karena itu, aspek perlindungan sosial dan kesehatan perlu mendapat perhatian serius.
“Relawan yang bekerja melayani masyarakat juga perlu mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan. Ini penting agar mereka merasa aman dan terlindungi ketika menjalankan tugas,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Saat ini tercatat sekitar 7.000 relawan yang tergabung dalam 159 SPPG di Kabupaten Kebumen. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi dan pelayanan sosial di daerah.
Dengan jumlah relawan yang cukup besar, Pemkab Kebumen memandang perlunya langkah sistematis untuk memastikan seluruh tenaga pendukung tersebut memperoleh akses terhadap layanan kesehatan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kebumen pun mendorong agar seluruh relawan SPPG segera terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri melalui pemberi kerja atau mekanisme yang sesuai dengan ketentuan berlaku. Langkah itu diharapkan dapat memberikan kepastian perlindungan ketika relawan membutuhkan layanan medis.
Zaeni Miftah menilai, jaminan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pelayanan masyarakat. Relawan yang sehat dan terlindungi akan lebih siap menjalankan tanggung jawabnya di lapangan.
Selain membahas perlindungan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kebumen. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan program, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus mencari solusi agar pelaksanaannya semakin efektif.
Program MBG sendiri diarahkan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan asupan nutrisi. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga kesiapan sistem pendukung, termasuk relawan.
Dalam pelaksanaannya, relawan SPPG memiliki sejumlah tugas mulai dari pendampingan, koordinasi distribusi layanan, hingga memastikan program berjalan sesuai target. Tanggung jawab tersebut membuat mereka perlu memperoleh dukungan yang memadai, termasuk perlindungan jaminan kesehatan.
Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat ekosistem pelayanan masyarakat berbasis kolaborasi antara pemerintah dan relawan. Sinergi tersebut dipandang menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
“Kami ingin seluruh unsur yang terlibat dalam program ini mendapatkan perhatian, termasuk perlindungan kesehatan. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” katanya.
Upaya memperluas kepesertaan JKN-KIS bagi relawan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan kesehatan sejak dini. Di tengah dinamika aktivitas lapangan yang cukup tinggi, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Kegiatan sosialisasi yang digelar turut memberikan pemahaman mengenai mekanisme kepesertaan BPJS Kesehatan, manfaat program, serta prosedur yang perlu ditempuh agar relawan dapat memperoleh perlindungan secara berkelanjutan.
Pemerintah berharap seluruh SPPG di Kebumen dapat berpartisipasi aktif mendukung percepatan kepesertaan JKN-KIS bagi relawan masing-masing. Dengan begitu, target perlindungan kesehatan dapat tercapai secara menyeluruh.
Di sisi lain, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis juga diarahkan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat sasaran. Monitoring dilakukan agar pelaksanaan di lapangan tetap sesuai standar dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kebumen menjadi salah satu daerah yang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program berbasis kesehatan dan pemenuhan gizi. Dukungan relawan dalam jumlah besar menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat terhadap berbagai program pelayanan sosial.
Ke depan, Pemkab Kebumen berharap seluruh relawan SPPG dapat bekerja dengan rasa aman karena memiliki perlindungan kesehatan yang memadai. Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan program pelayanan masyarakat akan lebih mudah tercapai ketika para pelaksana di lapangan memperoleh dukungan dan jaminan yang cukup.
Melalui sosialisasi JKN-KIS serta monitoring dan evaluasi MBG tersebut, Pemkab Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perlindungan bagi relawan, serta memastikan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.(KN/*)


Post a Comment