Sapi PO Kebumen Makin Mendunia, Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban Iduladha 2026


KEBUMEN – Kabupaten Kebumen kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah peternakan unggulan di Jawa Tengah. Tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, Kebumen kini juga menyandang predikat sebagai penghasil sapi potong terbesar di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya untuk jenis sapi Peranakan Ongole (PO) yang sudah lama menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2026 menunjukkan populasi sapi potong di Kabupaten Kebumen pada tahun 2025 mencapai 65.494 ekor. Jumlah tersebut menempatkan Kebumen jauh di atas kabupaten tetangga di kawasan selatan Jawa Tengah.

Sebagai perbandingan, populasi sapi potong di Kabupaten Cilacap tercatat sebanyak 15.818 ekor, sedangkan Kabupaten Banyumas berada di angka 13.270 ekor. Dengan capaian tersebut, Kebumen menjadi daerah dengan populasi sapi potong terbesar di wilayah selatan provinsi.

Secara keseluruhan di tingkat Jawa Tengah, Kebumen menempati urutan ketujuh terbanyak dalam populasi sapi potong. Sementara posisi tertinggi masih ditempati Kabupaten Blora dengan jumlah mencapai 176.447 ekor.

Capaian ini menjadi bukti bahwa sektor peternakan di Kebumen memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi daerah. Sapi PO Kebumen sendiri dikenal memiliki kualitas unggul dengan postur besar, daya tahan baik, serta cocok untuk penggemukan maupun pembibitan.

Topik mengenai kejayaan sapi PO Kebumen juga ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya melalui unggahan Ibnu Sofan Al Humami di Facebook yang menyoroti dominasi Kebumen sebagai sentra sapi potong terbesar di Jawa Tengah bagian selatan.

Unggahan tersebut mendapat banyak respons positif dari masyarakat. Banyak warganet mengaku bangga karena sapi PO Kebumen kini semakin dikenal luas hingga tingkat nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Teguh Yuliono, menyebut tingginya populasi sapi potong di Kebumen tidak lepas dari budaya beternak yang sudah mengakar di masyarakat.

Menurutnya, hampir di banyak wilayah pedesaan di Kebumen, peternakan sapi menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi warga. Selain sebagai tabungan keluarga, sapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat.

Ia menilai kualitas sapi PO Kebumen saat ini semakin diperhitungkan karena didukung pola pemeliharaan yang lebih baik dan perhatian pemerintah terhadap pengembangan peternakan rakyat.

Salah satu bukti kualitas sapi PO Kebumen terlihat pada momentum Iduladha tahun ini. Presiden RI Prabowo Subianto diketahui membeli sapi PO asal Kebumen bernama Brahma untuk bantuan kurban Iduladha 2026.

Keputusan Presiden membeli sapi asal Kebumen menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal. Hal tersebut dinilai menjadi pengakuan bahwa sapi PO Kebumen memiliki kualitas unggul dan layak bersaing di tingkat nasional.

Sapi bernama Brahma itu disebut memiliki ukuran tubuh besar dan kondisi fisik prima sehingga menarik perhatian untuk dijadikan hewan kurban presiden pada perayaan Iduladha tahun ini.


Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. Selain itu, momentum ini juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar sapi PO Kebumen ke berbagai daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah bersama kelompok peternak terus mendorong peningkatan kualitas bibit, kesehatan ternak, hingga penguatan pakan hijauan. Upaya tersebut dilakukan agar populasi sapi di Kebumen tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga unggul dari sisi kualitas.

Kebumen sendiri memiliki sejumlah kecamatan yang dikenal sebagai kantong peternakan sapi PO. Aktivitas jual beli sapi bahkan menjadi denyut ekonomi penting di sejumlah pasar hewan tradisional yang ramai setiap pasaran.

Besarnya populasi sapi potong juga memberikan dampak ekonomi cukup signifikan bagi masyarakat. Selain sektor peternakan, aktivitas turunan seperti perdagangan pakan, jasa angkut ternak, hingga penjualan pupuk kandang ikut berkembang.

Dengan capaian tersebut, Kebumen semakin memperkuat identitasnya sebagai salah satu daerah peternakan sapi unggulan di Jawa Tengah. Dukungan pemerintah, pengalaman peternak, serta kualitas sapi PO yang terus meningkat menjadi modal penting agar potensi ini terus berkembang di masa mendatang.

Masyarakat pun berharap sapi PO Kebumen tidak hanya dikenal sebagai kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi ikon peternakan nasional yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas.(KN/*)

0/Post a Comment/Comments

Busro Collection
Ads2