Kontes Batu Langka Nasional di Kebumen Diserbu Kolektor dari Berbagai Daerah


KEBUMEN - Kabupaten Kebumen kembali menjadi sorotan pecinta batu alam nasional setelah ratusan koleksi batu langka dipamerkan dalam Kontes Nasional Geo Suiseki Samudra Purba Piala Bupati Kebumen 2026. Ajang bergengsi tersebut digelar di GOR SMK Taman Karya Madya (TKM) Pertambangan dan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sebanyak 351 batu suiseki pilihan dipamerkan dalam kegiatan itu. Koleksi yang ditampilkan terdiri dari beragam kategori, mulai panorama alam, simbolik, motif unik, hingga batu mini dengan ukuran di bawah 18 sentimeter. Bentuk dan corak alami batu-batu tersebut sukses menarik perhatian pengunjung serta komunitas pecinta batu dari berbagai daerah.

Ketua panitia, Triyogo Hadi, menyebut tingginya minat peserta menunjukkan Kebumen mulai diperhitungkan dalam dunia geo suiseki nasional. Menurutnya, event ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah memperkenalkan potensi geologi Kebumen kepada masyarakat luas.

Selain mengikuti kontes, peserta juga diajak menjelajahi sejumlah kawasan geologi unggulan di Kebumen. Rangkaian wisata tersebut meliputi kunjungan ke kawasan penelitian BRIN Karangsambung, Sungai Luk Ulo, hingga situs Lava Bantal Watukelir yang menjadi bagian penting dari kawasan geopark Kebumen.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, saat membuka acara menyampaikan bahwa seni suiseki tidak hanya memiliki nilai keindahan, namun juga menyimpan pesan edukasi tentang sejarah panjang proses terbentuknya bumi. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu mendukung promosi Kebumen sebagai kawasan UNESCO Global Geopark sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan geo suiseki menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan alam Kebumen kepada publik secara lebih kreatif dan menarik. Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung kegiatan berbasis konservasi dan budaya yang berdampak pada sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Panitia juga menyiapkan penghargaan khusus berupa trofi berbahan Batu Giok Kebumen bagi para pemenang kategori bergengsi seperti Best 10, Best in Class, hingga Best in Show. Penghargaan tersebut menjadi simbol identitas lokal sekaligus kebanggaan bagi para peserta.

Sementara itu, Ketua Bidang Suiseki Indonesia, Rocky Suryahadi, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap perkembangan seni batu alam di Indonesia. Ia menilai suiseki bukan sekadar hobi koleksi, tetapi juga bagian dari seni budaya yang dapat mempererat hubungan antar komunitas pecinta batu dari berbagai daerah.

Pameran dan kontes nasional tersebut dibuka untuk umum hingga 9 Mei 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk melihat langsung berbagai batu eksotis yang memiliki nilai seni, sejarah geologi, hingga filosofi tinggi sebelum koleksi-koleksi tersebut kembali dibawa pemiliknya masing-masing.(KN/*)

0/Post a Comment/Comments

Busro Collection
Ads2