KEBUMEN – Pendidikan lingkungan tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang kelas. MTs Ma’arif Prigi, Kecamatan Pejagoan, memilih pendekatan berbeda dengan mengajak para siswa terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan di kawasan lereng perbukitan Desa Prigi, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar. Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari pentingnya menjaga kelestarian alam dari teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam upaya konservasi lingkungan.
Sejak pagi hari, para siswa bersama guru dan masyarakat setempat bergotong royong menanam berbagai jenis bibit pohon di area perbukitan. Pohon yang ditanam antara lain durian, mangga, alpukat, ketewel, serta sejumlah tanaman produktif lainnya yang diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat di masa depan.
Pendamping kegiatan, Muslikhun, S.Pd.I, menjelaskan bahwa program penghijauan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan alam sekitar sebagai bekal siswa dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Karena itu, keterlibatan langsung dalam kegiatan penghijauan dinilai menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak usia sekolah.
Desa Prigi sendiri memiliki karakteristik geografis berupa kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Selain menyajikan panorama alam yang menarik, wilayah tersebut juga memiliki potensi pengembangan wisata berbasis alam yang cukup besar.
Namun di balik keindahan lanskapnya, kawasan perbukitan juga menghadapi tantangan lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Berkurangnya tutupan vegetasi dapat meningkatkan risiko erosi dan longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Melihat kondisi tersebut, pihak madrasah memandang bahwa upaya penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda. Penanaman pohon tidak hanya berfungsi memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi melalui hasil tanaman produktif.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan penanaman, mulai dari menggali lubang, menempatkan bibit, hingga menutup kembali tanah di sekitar tanaman.
Salah satu peserta, Afifah, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di alam memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan. Kami jadi lebih tahu potensi dan juga bahaya lingkungan di sekitar,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga siswa memiliki kesempatan untuk lebih memahami kondisi lingkungan tempat mereka tinggal sekaligus berperan aktif dalam menjaganya.
Muslikhun menambahkan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan kesadaran kolektif yang dibangun sejak dini. Karena itu, pendidikan lingkungan harus dilakukan melalui pendekatan yang nyata dan menyentuh pengalaman langsung siswa.
“Kesadaran terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan secara teori, tetapi harus dipraktikkan langsung, terutama dalam menghadapi tantangan hidup di wilayah perbukitan,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki makna yang sangat penting. Selain menjaga kelestarian alam, kegiatan tersebut juga mengajarkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan.
Melalui program penghijauan ini, MTs Ma’arif Prigi menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian alam. Langkah tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(KN/*)



Post a Comment