KEBUMEN – Musibah kebakaran menimpa Pondok Pesantren Roudlotul Alibin Wadda’wah As-Siddiqiyah yang berada di Dukuh Jurutengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Kamis (12/3/2026) dini hari. Kebakaran yang melanda bangunan asrama putra tersebut mengakibatkan puluhan santri terdampak dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
Peristiwa terjadi saat sebagian besar penghuni pondok masih beristirahat. Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 02.30 WIB hingga 02.45 WIB oleh seorang santri yang melihat cahaya api muncul dari bagian barat lantai dua bangunan asrama.
Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke sejumlah ruangan lainnya. Material bangunan yang sebagian bersifat semi permanen membuat kobaran api cepat meluas sehingga sulit dikendalikan pada tahap awal kejadian.
Bangunan yang terbakar merupakan asrama dua lantai berukuran sekitar 10 x 22 meter yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal para santri. Sedikitnya enam kamar asrama dilaporkan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut.
Selain meludeskan sejumlah ruangan, kebakaran juga menghancurkan bagian atap bangunan yang terbuat dari asbes. Berbagai perlengkapan milik santri tidak sempat diselamatkan ketika api semakin membesar.
Kitab-kitab pelajaran, buku pendidikan, pakaian, serta berbagai kebutuhan pribadi santri dilaporkan ikut terbakar. Tidak hanya itu, tiga unit mesin jahit yang berada di dalam bangunan juga rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Data hasil pendataan di lapangan menunjukkan sebanyak 76 santri putra dan putri terdampak langsung akibat kebakaran tersebut. Selain para santri, satu keluarga yang berada di sekitar lokasi juga masuk dalam kategori terdampak.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp450 juta. Nilai tersebut merupakan estimasi awal dan masih berpotensi berubah seiring proses pendataan yang lebih rinci terhadap bangunan maupun barang-barang yang rusak.
Pasca kejadian, sejumlah unsur relawan langsung bergerak melakukan asesmen dan pendataan. Tim dari LPBI NU Kabupaten Kebumen bersama relawan Terkam LPBI NU Kecamatan Puring dan UPZISNU Kecamatan Puring turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan pengasuh pondok pesantren serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Hingga proses asesmen dilakukan, sisa-sisa material bangunan yang terbakar masih terlihat menumpuk di lokasi kejadian. Pembersihan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena masih menunggu kesiapan tenaga dan dukungan logistik.
Sebagai langkah awal pemulihan, relawan bersama masyarakat sekitar berencana menggelar kerja bakti pembersihan area pondok pada 14 hingga 15 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan lokasi agar aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren dapat kembali berjalan secara bertahap.
Selain tenaga sukarela, kebutuhan logistik untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan menjadi perhatian utama. Bantuan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para santri dan pengelola pondok yang terdampak musibah.
Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi lingkungan pondok pesantren yang selama ini menjadi tempat belajar dan tinggal para santri. Namun di tengah musibah yang terjadi, semangat gotong royong masyarakat dan berbagai organisasi sosial mulai terlihat melalui aksi cepat yang dilakukan setelah kejadian.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat penting mengenai perlunya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pendidikan dan tempat tinggal bersama. Dengan jumlah penghuni yang banyak, kesiapsiagaan serta sistem mitigasi yang baik menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat.
Dukungan masyarakat, lembaga sosial, dan para dermawan diharapkan dapat membantu proses pemulihan sehingga para santri dapat kembali menjalani kegiatan belajar dan mengaji dengan nyaman setelah musibah yang datang secara tiba-tiba tersebut.(KN/*)



Post a Comment