Pemkab Kebumen Umumkan 22 Calon Ketua BAZNAS Periode 2026-2031, Mayoritas Berasal dari Kalangan Pensiunan PNS


Kebumen, 3 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen secara resmi mengumumkan 22 nama calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kebumen untuk periode 2026-2031. Pengumuman ini menjadi langkah awal dalam penyusunan kepemimpinan lembaga amal yang bertugas mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di wilayah setempat.

Pengumuman nomor 400.8/0181 tertanggal 3 Februani 2026 itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS. Dokumen resmi ini menyatakan bahwa para calon telah lulus tahap seleksi administrasi, membuka jalan bagi proses seleksi lanjutan seperti wawancara dan uji kompetensi.

Daftar calon pimpinan mencakup beragam latar belakang, meski didominasi oleh pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Fenomena ini mencerminkan pengalaman panjang para kandidat dalam birokrasi dan pengabdian publik, yang diharapkan memperkuat profesionalisme pengelolaan dana umat. Berikut nama-nama lengkap yang lolos:

1. H. Muhammad Bahrul Ilmie

2. Widiarso Hernawan

3. Tamim Sobri, S.IP., M.M.

4. Sairun, S.Pd., M.Pd.

5. Ahmad Saekhu, M.Pd., M.Kom.

6. Mohamad Chasib, M.Pd.

7. Ir. Sri Hari Susanti, M.M.

8. Drs. H. Khamid, M.Pd.I.

9. Achmad Nurchakim

10. Mahmud Fauzi

11. Dr. H. Khomsin, M.Pd.

12. Drs. H. Fauzi Ma’sum, S.Pd.I.

13. Ugeng Supriyadi

14. Irfangi, S.Ag., M.Si.

15. Ahmad Diaudin Anwar, S.H.I.

16. Ma’tufathu Rohman, S.Fil.I.

17. Kinanto, S.IP.

18. Wabtal Riyadi

19. Drs. H. Tusah Ihsanuddin, M.Ag.

20. Ilham Sokhikh, S.Ak.

(Catatan: Daftar ini disusun berdasarkan pengumuman resmi Pemkab Kebumen. Panitia menegaskan kelengkapan dokumen menjadi syarat utama kelulusan tahap ini.)

Pengamat keuangan syariah lokal menilai dominasi pensiunan PNS sebagai hal positif. "Mereka biasanya memiliki integritas tinggi dan pengalaman mengelola anggaran publik, yang krusial untuk transparansi dana ZISWAF," ujar Dr. Ahmad Fauzi, pakar ekonomi Islam dari Universitas Kebumen, saat dihubungi tim redaksi. Namun, ia juga menambahkan perlunya keterlibatan generasi muda untuk inovasi digital dalam pengumpulan dan distribusi zakat.

BAZNAS Kebumen sendiri memiliki peran strategis di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi. Tahun lalu, lembaga ini berhasil mengumpulkan ZISWAF senilai Rp15 miliar, yang disalurkan untuk bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan bagi warga miskin di 26 kecamatan. Dengan periode baru 2026-2031, diharapkan target pengumpulan bisa naik 30 persen melalui program digitalisasi dan kerjasama dengan perusahaan swasta.

Proses seleksi berikutnya dijadwalkan pada Maret 2026, melibatkan verifikasi lapangan dan pengujian kemampuan manajerial. Edi Rianto menekankan komitmen panitia untuk menjaga independensi dan akuntabilitas. "Kami ingin pemimpin BAZNAS yang tidak hanya kompeten, tapi juga amanah dalam mengelola amanah umat," katanya dalam pernyataan resmi.

Pengumuman ini disambut positif oleh organisasi masyarakat Islam di Kebumen. Ketua Forum Zakat Kebumen, H. Solihin, berharap calon terpilih mampu mempercepat pemberdayaan ekonomi umat melalui program mustahik mandiri. Sementara itu, masyarakat diundang untuk mengawasi proses demi menghindari praktik nepotisme.

Dengan pengalaman kolektif para calon, BAZNAS Kebumen dioptimalkan menjadi motor pengentasan kemiskinan di daerah agraris ini. Pantauan lebih lanjut akan diikuti pada tahap seleksi mendatang.

0/Post a Comment/Comments

Busro Collection
Ads2