Wayang Golek Menak Karya Pemuda Ambal Tembus Pasar Amerika dan Tiongkok


Kebumen
— Nurul Anwar, pemuda kreatif asal Desa Sidorejo, Kecamatan Ambal, Kebumen, berhasil mengangkat seni tradisional ke panggung internasional lewat produksi wayang golek menak. Berbekal ilmu dari dalang Rusyanto, Nurul kini menjadi pengrajin wayang yang produknya telah dikirim ke Amerika Serikat dan Tiongkok.

Wayang golek menak yang dibuat Nurul tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga kekuatan budaya. Ia menggunakan bahan baku lokal seperti kayu jaranan, albasia, dan jambe, yang dipahat dengan detail dan diwarnai secara manual. Setiap tokoh wayang dijual dengan harga hingga Rp1,5 juta, tergantung tingkat kerumitan dan karakter yang dibuat.

Tak hanya mengandalkan pasar lokal, Nurul memasarkan produknya secara daring ke berbagai negara. Platform digital menjadi jembatan penting bagi pelestarian budaya sekaligus peluang ekonomi kreatif. “Saya ingin wayang menak dikenal dunia, bukan hanya sebagai seni pertunjukan, tapi juga sebagai karya tangan anak bangsa,” ujarnya.


Langkah Nurul menjadi bukti bahwa warisan budaya bisa bertransformasi menjadi produk ekspor bernilai tinggi. Di tengah arus modernisasi, kreativitas dan kecintaan terhadap tradisi menjadi kunci untuk menjaga identitas sekaligus membuka peluang global.

0/Post a Comment/Comments

Busro Collection
Ads2