-->

Notification

×

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Pasang Iklan

RSDS Kebumen Jadi Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Siapkan 38 Ruang Isolasi

3/17/2020 | 11:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-05T04:29:04Z
Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz lakukan pengecekan kesiapan RSDS Kebumen sebgai RS Rujukan Covid-19. (Foto:Istimewa)
KEBUMEN - Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, mengatakan telah menyiapkan ruang perawatan tambahan di RSUD Dr Soedirman (RSDS) Kebumen untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien. RSDS merupakan rumah sakit rujukan lini kedua penanganan pasien terindikasi COVID-19.
"Kami telah mempersiapkan ruang isolasi khusus di IGD, ICU dan bangsal dengan 38 tempat tidur," kata Yazid Mahfudz saat telekonferensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Ruang Arungbinang Komplek Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/3).

Bupati KH Yazid Mahfudz, melakukan video confrence dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa, 17 Maret 2020. Video confrence bersama dengan 35 bupati/walikota se Jateng itu terkait dengan penanganan wabah COVID-19 atau Corona.

Bupati melaporkan stok alat pelindung diri (APD) khusus COVID-19, RSDS memiliki 60 buah, masker sebanyak 100 ribu, masker N95 140 buah dan kaca mata google sebanyak 31 buah.
"Yang perlu dibantu VTM (Virus Transport Medium). Kami mohon bisa dibantu Pemprov Jateng," kata dia kepada Ganjar.

Acara yang diselenggarakan di Ruang Arungbinang Komplek Rumah Dinas Bupati itu dihadiri oleh Wakil Bupati H Aris Sugiyanto SH. Kemudian, Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang dan Kepala Kejari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono.

Sejumlah pejabat juga terlihat hadir, diantaranya, Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Dinas Kesehatan HA Dwi Budi Satrio, Para Asisten Sekda, Kepala RSUD Kebumen dan Prembun, serta stakeholder terkait lainnya.

Pemkab Kebumen merilis data orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Di Kebumen ada 16 ODP dan tujuh PDP.

Bupati juga menyampaikan, hingga saat ini kegiatan ekonomi di Kebumen masih berjalan stabil. pihaknya berharap semua pemangku kebijakan bisa melakukan pengawasan pasar. "Saya minta masyarakat tidak panik. Semua harus bersama-sama dalam mencegah penyebaran COVID-19," imbuhnya.

Dalam arahannya, Gubernur Ganjar Pranowo, menyampaikan pihaknya menyiapkan 58 rumah sakit di Jawa Tengah sebagai rumah sakit rujukan pasien COVID-19.
Dari jumlah itu 7 diantaranya milik Pemprov Jateng, yang fasilitas pemeriksaan kesehatannya ditanggung pemerintah. (*)

×
Berita Terbaru Update