

"Semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus-menerus memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika," papar Yazid di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, Yazid mengingatkan bahwa seluruh warga negara harus bersatu padu dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, besar, dan menjadi pemimpin di kancah global. Menurutnya, semangat berbagi antaranak bangsa adalah sebuah keharusan demi tercapainya kesejahteraan dan kemajuan bersama.
"Kita harus saling berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, saling menghargai, dan berempati," tegasnya.
Momen Harlah Pancasila yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan kala itu, dinilai Yazid sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengasah kepekaan sosial. Ia menyebutkan, gotong royong sebagai budaya luhur bangsa harus senantiasa dipupuk karena merupakan sumber energi besar bangsa Indonesia dalam menggapai keadilan sosial.
"Gotong royong adalah budaya luhur bangsa kita yang harus terus dipupuk dan dilestarikan sebagai sumber energi untuk menggapai cita-cita bangsa," imbaunya.
Menutup amanatnya, Yazid menegaskan kembali peran penting Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, sekaligus fondasi tegaknya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh warga Kebumen untuk senantiasa mengingat dan merenungkan proses besar perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara tersebut.
"Pancasila merupakan berkah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia di tengah keragaman dan kekayaan suku, budaya, serta agama,” pungkasnya.



